Archive for kelahiran

Bathing Your Baby

Mempersiapkan Mandi sang Bayi

  • Selalu rencanakan ritual mandi bayi anda. Pastikan semuanya siap sebelum mulai memandikan bayi. Ini akan membikin lebih mudah dan aman.
  • Kalau anda bisa, turunkan suhu airnya sampai 40 derajad celsius. Ini membikin bayi lebih nyaman. Isilah bak mandinya dengan aer hangat. Selalu test airnya terlebih dahulu dengan lengan atau siku anda. Airnya haruslah hangat dan nyaman, bukan panas.
  • Pastikan segala keperluan buat mandi tersedia. Anda bisa menyediakan sabun lembut, bola-bola kapas dan sebuah popok bersih di wadahnya masing-masing. Lalu bawalah wadah yan gsudah berisi peralatan mandi itu dengan handuk dan kain pembilas ke ruangan dimana anda akan memandikan bayi. Kalau semuanya sudah siap, ambillah bayi anda.
  • Kalau anda kelupaan suatu barang, anda harus membawa bayi anda untuk mengambil barang yang kelupaan itu. Ini agak susah untuk dilakukan apalagi kalau bayinya masih licin dan basah.
  • Jangan pernah meninggalkan bayi anda sendiri di bak mandi.
  • Sebaiknya tidak usah menjawab telpon masuk atau dering bel di pintu selagi anda memandikan anak. Kalaupun anda mau lakukan itu, ambil bayi anda dan bawa juga bersama anda. Jika pasangan anda, famili atau teman-teman anda sering menelpon anda, kasih tahu mereka jam-jam anda memandikan bayi. Katakan pada mereka bahwa anda tidak akan menjawab telpon atau membukakan pintu selama jam-jam tersebut.

Memandikan Bayi Anda

  • Bayi anda pertama-tama akan memrlukan spons pembasuh. Mandikan bayi anda dengan spons pembasuh yang lembut terlebih dahulu sebelum puput tali pusernya atau sembuh luka sunatnya (kalau ada). Setelah itu barulah bayi anda boleh memakai bak mandi.
  • Isi sebuah ember besar atau wadah air yang besar dengan air hangat: gunakan pergelangan tangan ataupun siku anda untuk memastikan suhu yang tepat. Pastikan airnya tidak terlalu dingin ataupun panas. Air yang masih panas akan sangat berbahaya.
  • Ambil ember air hangat dan sebuah pembasuh lembut di tempat dimana anda akan memandikan bayi anda.
  • Ambil tempat buat memandikan bayi yang bersuhu hangat dan jangan di tempat yang banyak anginnya. Tentunya anda tidak mau bayi anda kedinginan. Anda bisa menaruh bayi anda di handuk mandi di permukaan yang datar. Jika anda menaruh bayi anda di atas meja, pastikan tidak akan menggelinding. Jangan tinggalkan bayi anda sendirian sedetik pun, ingat itu!
  • Copot pakain bayi anda. Celupkan pembilas mandi di air hangat dan peres sampai hanya terasa basah saja. Gunakan pembasuh lembut yang sudah basah itu untuk membasuh tubuh bayi anda dengan pelan dan lembut. Bilas kepala dan lehernya, belakang telinga, dan diantara jari tangan maupun kaki.
  • Bayi yang baru lahir tidak perlu mandi setiap hari. Cukup bersihkan mukanya, leher dan area perpopokan jikalau mereka kotor.
  • Anda bisa menggunakan bathtub anda, kitchen sink atau bak mandi bayi dari plastik. Gunakan sesuatu untuk membersihkan dan mengelap bak mandi bayi anda biar tidak mudah tergelincir atau kepleset. Jika anda menggunakan busa buat membersihkan bak mandi bayi, itu perlu sering-sering dikeringkan tiap kali selesai digunakan. Ini berguna untuk mencegah perkembangbiakan kuman dan bakteri. Atau anda bisa mengeringkan bak mandi bayi dengan handuk kering. Pastikan cuci dan keringkan handuk itu tiap kali selesai digunakan.
  • Gunakan lap pembasuh bayi yang bersih, tanpa sabun, untuk membasuh mukanya. Basuhlah bagian luar dan dalam di tiap-tiap kupingya dan bilas dan keringkan lehernya juga.
  • Jangan pernah menggunakan sabun busa atau detergen di air mandi bayi karena bisa menyebabkan ruam dan kulit mengelupas.
  • Gunakan bola-bola kapas ataupun cotton pads untuk membersihkan mata bayi anda sebelum menaruhnya di bak mandi. Pastikan anda tahan bagian kepala bayi ketika di dalam bak mandi.
  • Basuhlah rambut bayi anda dan bilas dengan penuh kelembutan, gunakan sabun dan shampo khusus bayi. Kerjakan hal ini hanya sekali atau dua kali seminggu saja. Bialslah dengan kain basah. Pastikan tidak ada busa sabun yang masuk mata bayi anda. Basuhlah badannya, dumulai dari bagian dada. Setelah dibersihkan dengan kain lembut, bilaslah kain itu dan gunakan sekali lagi untuk membilas bayi. Keringkan bayi anda dengan handuk kering lembut dan bersih. Selalu pastikan dia tertutup. Pastikan bayi anda selalu hangat dan kering dengan menyelimutinya dengan handuk bersih setelah dimandikan.

 http://dranak.blogspot.com

Advertisements

Leave a comment »

Sukses Menyusui dengan Inisiasi Dini

Pekan ASI se-Dunia akan kembali digelar pekan ini. Temanya adalah ‘Menyusu Satu Jam Pertama Kehidupan, Menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi’. Saat ini, angka kematian bayi di seluruh dunia setiap tahun mencapai empat juta. Bila inisiasi dini diterapkan, angka kematian bisa dikurangi 22 persen atau sekitar satu juta jiwa.

Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia, dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC, menuturkan pada tahun 1997 lalu, dokter dari Swedia meneliti 72 ibu dan bayi. Bayi yang tali pusarnya dipotong, dilap, dan langsung diletakkan di perut ibunya dengan kulit bersentuhan memperlihatkan perkembangan menarik. ”Ternyata, pada usia 20 menit, bayi merangkak di atas perut ibunya dalam keadaan mata tertutup, persis anak kucing. Pada usia 50 menit, dia bisa menemukan payudara ibunya sendiri,” tutur Utami. Adapun bayi yang tali pusarnya dipotong, dipisahkan dari ibunya untuk ditimbang, dibersihkan, dicap, dan seterusnya, 50 persen tidak bisa menemukan payudara ibunya.

Penelitian berikutnya menyimpulkan, bayi yang diberi kesempatan menyusu dini dengan skin to skin contact, masa menyusunya dua kali lebih lama dibanding yang tidak diberi perlakuan itu. ”Jadi, kegagalan menyusui bisa karena ini,” kata Utami. Tahun 2003-2004, sekelompok peneliti dari Inggris meneliti 10.947 bayi yang diberi inisiasi yang benar di Ghana. Hasilnya, bayi-bayi itu bukan hanya lebih mudah menyusui, tapi juga menurunkan 22 persen angka kematian bayi usia di bawah 28 hari.

Kurang tepat
Inisiasi dini sebenarnya telah dilaksanakan di Indonesia. Namun, ternyata belum benar. Sebab bayi baru lahir bisanya sudah dibungkus sebelum diletakan di dada ibunya. Akibatnya tak terjadi skin to skin contact. Kesalahan kedua, kata Utami, bayi bukan menyusu, melainkan disusui. ”Bayi memang diletakkan di dada ibunya, tapi 5-10 menit kemudian disusui oleh ibunya. Beda sekali dong antara menyusu dengan disusui.”

Seorang dokter di Indonesia yang telah menerapkan inisiasi dini secara benar, kata Utami, hampir tak percaya melihat bayi yang selama 15 menit tak bergerak, kemudian mencari payudara ibunya, dan minum sendiri. ”Dokter itu sampai bilang subhanallah,” kata Utami. Ada satu keuntungan lain dari penerapan inisiasi dini ini. Karena pada jam-jam pertama saat melahirkan, ayah, ibu, dan bayi bisa bersatu. Sambil bayi mencari puting susu ibunya, ayahnya bisa mengazankan bayi itu di dada ibunya. ”Itu indah sekali. Itu sebuah unity. Sebuah kesatuan dari sebuah keluarga.”

Sebelumnya, pada jam-jam pertama melahirkan, keluarga tercerai-berai. ”Ibunya entah di mana, anaknya entah di mana. Dan seorang ayah lebih sering mengazankan anaknya di tempat tidur yang dingin,” katanya. Direktur Bina Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan, dr Ina Hernawati MPH, mengatakan inisiasi dini penting agar bayi mendapat kekebalan. Sebab saat bayi bersentuhan langsung dengan ibunya, bayi tertular kuman. Dan karena ibu telah memiliki kekebalan, kekebalan itu kemudian disalurkan lewat ASI. ”Kalau baru lahir digendong orang lain, yaa kena kuman orang lain.”

Inisiasi dini juga bermanfaat agar ibu lebih mudah terstimulus menyusui. Bayi yang menyentuh dada ibu akan membuat ibu mendapatkan rangsangan sensorik yang kemudian memerintah otak untuk memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin. ”Jadi, secara teoretis semua ibu sebenarnya bisa menyusui.

Mencegah kanker
Aktivitas menyusui juga sangat bermanfaat karena mencegah kematian ibu melahirkan, kanker rahim, kanker payudara, dan menjarangkan kelahiran secara alami.
Aktivitas menyusui membuat payudara berganti sel dengan baik. ”Ini mencegah mencegah kanker payudara,” kata dr Detty S Nurdiati MPH PhD SpOG dari SMF Obstetri dan Ginekologi RS Dr Sardjito/FK UGM.

Isapan bayi saat menyusui, kata Detty, juga membuat ibu mengeluarkan hormon oksitosin yang memacu kontraksi rahim. Kontraksi rahim kemudian menjepit pembuluh darah dan menghentikan pendarahan di rahim. ”Sehingga kematian ibu karena perdarahan akan berkurang,” katanya. Kontraksi rahim juga disebutnya mempercepat masa nifas.

Bahwa menyusui bisa mencegah kanker payudara, telah dibuktikan penelitian terhadap 147 ibu di 30 negara. ”Ibu-ibu yang menyusui sampai dua tahun akan 50 persen drop dari kanker payudara. Hasil itu saya rasa sudah cukup bermakna. Itu adalah bonus dari Allah buat ibu-ibu. Karena menyusui berarti mengurus titipan Allah dengan benar.”

Leave a comment »

Inisiasi Menyusui Dini, Manfaatnya Seumur Hidup

Ada artikel bagus yang saya baca dari majalah Healthy Life edisi July 2007 tentang inisiasi dini yang ternyata 1 jam pemberiannya dapat menyelamatkan hidup bayi seumur hidupnya. Dengan memberikan inisiasi dini juga menurunkan resiko kematian bayi sebanyak 21%. Tak terpikirkan bahwa aneka ragam penyakit yang sering menyerang seseorang di usia 30, 40 dan 50 dapat disebabkan karena pemberian ASI yang kurang optimal saat masih bayi.

Apa sih Inisiasi itu dan bagaimana prosesnya?
Menurut paparan Dr. Utami Roesli, SpA,MBA,IBCLC sebagai ketua umum sentra laktasi Indonesia, Inisiasi dilakukan ketika bayi lahir, tali pusat dipotong, lalu di lap kering dan langsung diberikan pada ibu. Harus ada sentuhan skin to skin contact, dimana bayi tidak boleh dipisahkan dulu dari ibu. Yang perlu di jaga adalah suhu ruangan, dan sebaiknya bayi memakai topi bayi karena disitu banyak keluar panas. Suhu yang tepat adalah 28-29 derajat C.

Sampai disitu biarkan bayi di dada ibu minimal 30 menit sampai bayi mencari sendiri putting susu ibunya dan langsung diminum. Masa ini bisa sampai 2 jam dan hal ini tidak menjadi masalah. Bila bayi kedinginan dada sang ibu akan meningkat hangat sampai 2 derajat, jika bayi kepanasan otomatis suhu dada ibu menurun sampai 1 derajat. Dengan inisiasi dini memberikan motivasi yang sangat besar untuk ibu menyusui bayi.

Inisiasi dini juga berlaku untuk bayi yang lahir dengan cara sesar, vakum, kelahiran tidak sakit atau episiotomi. Hanya peluang untuk menemukan sendiri putting ibu akan berkurang sampai 50%. Ini juga berlaku untuk bayi yang begitu lahir dipisahkan untuk ditimbang, disinar dan lain-lain.

Manfaat Inisiasi

Anak yang dapat menyusui dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui akan jauh sekali berkurang. Selain mendapatkan kolostrum yang bermanfaat untuk bayi, pemberian ASI ekslusif akan menurunkan kematian.

ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’ enzim anak.

Yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan demand. Jika diambil banyak, akan diberikan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya.

Inti dari semua itu adalah, ASI ekslusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun karena informasi ASI yang kurang, tanpa kita sadari sudah menggangu proses kehidupan manusia mamalia. Inisiasi menyusui dini memang hanya 1 jam, tapi mempengaruhi bayi seumur hidupnya.

Sumber : Healthy life Magazine Indonesia.
 

Comments (2) »

Tanda-tanda Melahirkan

Nyeri, tegang, mulas…. Ups! Jangan-jangan saat persalinan sudah dekat.

Punya pengetahuan tentang tanda serta tahap persalinan jelas sangat membantu, meski tidak berarti setiap wanita hamil akan melewati rasa dan pengalaman yang sama saat melahirkan.

Diawali kontraksi

Normalnya, di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Nah, gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut kontraksi.

Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar.

Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan menjelang waktunya bayi lahir, jarak kontraksi bisa mencapai 2 atau 1 menit sekali.

Sewaktu jarak antar-kontraksi masih jauh, mungkin rasa nyeri terasa hanya pada bagian atas perut. Namun seiring dengan kemajuan proses awal ini, rasa nyeri semakin menjalar ke bagian bawah perut, bahkan ke arah bawah punggung dan belakang pinggang. Saat mulut rahim sudah membuka sempurna, rasa nyeri yang hebat di daerah tadi akan terasa sangat kuat.

Jalan lahir membuka

Saat otot rahim mengerut, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin semakin terdorong ke arah bawah (jalan lahir). Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.

Perlu Anda tahu, sejak terjadinya kehamilan, secara alami mulut rahim tertutup oleh semacam sumbat berupa lendir kental. Sumbat lendir ini bertugas menjaga agar kehamilan bisa terus berjalan sekaligus melindungi janin dari kuman. Nah, pada awal tahap pembukaan mulut rahim, sumbat lendir itu terbuka dan lendir (yang berwarna merah muda) keluar melalui vagina.

Mulut rahim yang semula hanya membuka sedikit, seiring dengan datangnya kontraksi yang semakin kuat, akan terus melunak dan terbuka semakin lebar. Lama-kelamaan, mulut rahim akan terlihat semakin datar dan menyatu dengan rahim bagian bawah. Saat inilah pembukaan lengkap terjadi.

Pembukaan mulut rahim biasanya dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Bila dokter mengatakan mulut rahim Anda sudah pembukaan 8, artinya jalan lahir sudah membuka sepanjang 8 cm. Pembukaan mulut rahim dikatakan lengkap bila sudah mencapai pembukaan 10, atau 10 cm.

Lamanya tahap pembukaan jalan lahir dari awal hingga sempurna, bervariasi pada setiap kehamilan. Namun, secara gamblang tahap persalinan dibagi atas:

* Kala/tahap I laten: di mulai dari tanpa pembukaan sampai pembukaan 2, yang bisa berlangsung 24-48 jam,

* Kala I aktif: dimulai dari pembukaan 3-10, yang berlangsung sekitar 7 jam pada persalinan anak pertama, 3 1/2 jam pada persalinan bukan pertama.

* Kala II: disebut fase mengejan, pada pembukaan 10/lengkap yang bisa berlangsung maksimal 1 jam.

* Kala III: adalah fase melahirkan plasenta, hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Penting diingat, menjelang akhir kala I, meski Anda merasakan mulas yang luar biasa, Anda masih belum boleh mengejan. Sebab, saat ini mulut rahim belum membuka sempurna. Bila Anda mengejan saat ini, bisa mengakibatkan jalan lahir membengkak dan terjadi perobekan.

Jadi, harus bagaimana? Bernapaslah dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini berulang-ulang setiap kali rasa nyeri yang luar biasa itu datang.

Bila mulut rahim sudah membuka sempurna, artinya Anda sudah melewati tahap pertama dari proses persalinan, dan siap menuju tahap kedua, yaitu kelahiran bayi.

Siap lahir

Bila tidak ada hambatan, misalnya tali pusar yang melilit anggota tubuh janin, maka tahap yang dikenal dengan kala II ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahap sebelumnya. Ada yang melewatinya tidak lebih dari 30 menit, meski ada juga yang lebih.

Pada tahap ini, kepala janin yang memang sudah tepat berada di mulut rahim akan terus mendesak. Bersamaan dengan itu, secara alamiah, rahim dan vagina akan membentuk semacam cekungan yang menjadi jalur untuk dilewati bayi. Saat ini, Anda akan merasakan tekanan yang sangat kuat di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus).

Saat kepala janin sudah di ambang pintu dan siap keluar, lendir dan darah yang keluar dari vagina semakin bertambah. Selain itu, desakan kuat kepala janin akan menyebabkan kantung ketuban pembungkus janin pecah lebih awal atau saat pembukaan lengkap, sehingga cairan ketuban keluar membasahi daerah vagina. Cairan ini sekaligus membuat jalan lahir semakin licin yang justru memudahkan bayi meluncur keluar dengan mulus. Setelah pembukaan benar-benar lengkap dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, saat inilah Anda diijinkan mengejan.

Apa yang harus dilakukan? Ikuti saja baik-baik panduan penolong persalinan Anda. Ikuti aba-abanya, kapan Anda menarik napas dan kapan waktunya mengeluarkan napas sambil mengejan, Mengapa harus demikian? Sebab, saat mengejan harus dilakukan berbarengan dengan saat kontraksi datang, sehingga bayi akan lebih mudah meluncur di jalan lahirnya.

Saat kepala bayi berhasil keluar dari mulut vagina, bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Kondisi ini memungkinkan bagian bahu dan seluruh tubuh bayi keluar.

Nah, kini sambutlah kehadiran buah hati Anda di dunia dengan penuh cinta dan syukur. Anda bisa meminta penolong persalinan untuk membawakan bayi Anda sesaat dalam dekapan Anda.

Plasenta selesai bertugas

Dengan lahirnya sang buah hati, selesai pula tugas plasenta atau ari-ari yang selama ini menemaninya di dalam rahim. Plasenta yang selama 9 bulan lebih bertugas mensuplai nutrisi dan oksigen, mengeluarkan sisa metabolisme serta sebagai organ yang menyalurkan antibodi ke tubuh janin, juga harus dilahirkan. Proses yang terjadi dalam tahap ketiga ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.

Alam sudah mengatur, setelah bayi keluar, kontraksi masih terus berlangsung, meski tidak sehebat sebelumnya. Tujuannya untuk membantu melepaskan plasenta dari tempat menempelnya di dinding rahim. Hampir sama seperti proses kelahiran bayi, Anda akan diminta mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi.

Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim atau belum, penolong persalinan akan menekan perut Anda. Setelah itu, ia akan menarik perlahan-lahan tali pusar agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusar keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.

Nah, kini selesailah sudah seluruh tahap proses persalinan. Anda pun memasuki babak baru dalam hidup Anda, yakni jadi seorang ibu. Sebuah peran yang luar biasa indahnya!

Nia L. Tobing (taken from Ayahbunda-online.com)

Konsultasi ilmiah: dr.Yusfa Rasyid, SpOG, POGI Jaya, RSB YPK Menteng, Jakarta.

Comments (2) »

48 Jam Pertama: Penting dan Genting!

Selain proses persalinan, 48 jam pertama setelah lahir juga merupakan masa yang penting dan genting bagi bayi. Apa saja yang dilakukan pihak rumah sakit pada si kecil?

Selama 48 jam pertama setelah kelahirannya, bayi Anda harus tetap dalam pemantauan tim penolong persalinan. Ya, ada sejumlah prosedur yang dilakukan dokter atau perawat terhadap si kecil. Semua itu bertujuan membantu bayi menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Mungkin saja, setiap fasilitas kesehatan yang menangani persalinan punya kebijakan yang berbeda seputar penanganan bayi baru lahir. Meski begitu, jenis pemeriksaan, tes atau pemantauan umumnya sama.

Menit-menit pertama yang kritis

Momen yang paling tak terlupakan adalah saat Anda pertama kali mendengar tangisan si kecil. Wow…! Seketika perasaan Anda campur aduk antara rasa bahagia dan cemas. Bagaimana ya kesehatannya?

Memang, menit-menit pertama merupakan masa kritis bagi kesehatan bayi secara keseluruhan. Itu sebabnya, tim penolong persalinan akan segera melakukan serangkaian pemeriksaan dan tes, yaitu:

– Tes Apgar

Uraian tentang tes ini bisa Anda simak dalam artikel “Refleks Bayi Baru Lahir, Modal Beradaptasi” pada edisi no. 20/9-22 Oktober 2004.

– Pemeriksaan ada tidaknya kelainan bawaan

Antara lain, kelainan pada langit-langit mulut (termasuk bibir sumbing), kelainan kromosom (seperti Sindroma Down), kelainan genitalia (seperti testis belum turun); serta kelainan pada saluran kemih. Bila memang ada kelainan, dokter akan membicarakan tindakan yang sebaiknya dilakukan bersama Anda dan pasangan.

– Pemeriksaan tingkat kematangan bayi

Di sini, akan dilihat apakah bayi Anda itu cukup matang (sudah waktunya dilahirkan), prematur (lahir sebelum waktunya), atau justru lahir lewat dari waktu seharusnya.

Bila kulit si kecil terlihat sangat tipis dan agak transparan, itu adalah salah satu tanda bayi prematur. Jika kerut-kerut pada kulit tubuhnya terlalu banyak dan lapisan berwarna keputihan yang cukup tebal di tubuh tidak ada lagi, maka ini menandakan si kecil sebenarnya lahir lewat dari batas waktu perkiraan.

– Pengukuran fisik

Pengukuran terhadap fisik atau tubuh si kecil dimulai dari menimbang tubuh untuk mengetahui berat lahir dan mengukur panjang tubuh. Ini untuk melihat apakah proporsi tubuhnya termasuk normal atau tidak.

Selanjutnya, akan dilakukan pengukuran lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut. Semua hasil pengukuran ini akan dibandingkan dengan acuan yang baku. Misalnya, ukuran kepala bayi yang termasuk normal antara 33-38 cm. Selanjutnya, dilakukan pengukuran suhu tubuh bayi. Normalnya, sekitar 36,5–37,4 ° C. Itu sebabnya, ia akan terasa lebih hangat.

– Pemberian obat tetes mata

Tujuannya untuk mencegah kemungkinan terjadinya radang mata atau infeksi dari penyakit di daerah sekitar jalan lahir, khususnya PMS (Penyakit Seksual Menular), yang mungkin saja diderita oleh orang tuanya.

60 menit pertama

Selesai semua pemeriksaan paska kelahirannya, sesegera mungkin bayi akan diberikan pada Anda untuk disusui. Paling baik dalam waktu kurang dari 30 menit pertama. Mengapa begitu?

Selain refleks hisap bayi paling kuat pada waktu tersebut, manfaatnya banyak sekali. Bukan cuma bagi bayi Anda, tapi juga Anda. Misalnya, aneka rangsangan yang diterima selama berlangsungnya kegiatan menyusui akan membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang otak bayi. Selain itu, risiko Anda mengalami perdarahan dan anemia bisa berkurang, karena hormon oksitosin yang keluar selama menyusui akan merangsang rahim berkontraksi dan kembali lebih cepat ke bentuk semula.

Kegiatan menyusui sedini mungkin ini juga berarti memberi kesempatan pada si kecil untuk menerima kolostrum (ASI yang keluar sejak hari ke-1 sampai ke-14 setelah melahirkan). Selain kandungan gizinya bisa memenuhi kebutuhan bayi, cairan berwarna bening kekuningan ini mengandung zat kekebalan tubuh. Dengan begitu, si kecil akan terlindung dari beberapa penyakit infeksi (terutama diare) dan memperoleh imunitas (kekebalan tubuh).

Sebagai catatan, bayi yang sehat akan terlihat sangat aktif pada 1 jam pertama kehidupannya. Ia akan terus menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.

6 jam pertama

Umumnya, bayi akan terlelap selama 2-3 jam, lalu terbangun dan menangis. Ini tanda ia lapar dan ingin segera disusui. Lambung mungilnya hanya bisa menampung ASI yang bisa membuatnya kenyang selama 3 jam saja. Meski begitu, Anda tidak perlu merancang jadwal pemberian ASI. Biarkan ia menyusu se maunya dan semampunya. Ingat, hisapan bayi akan membantu merangsang keluarnya ASI.

Juga, si kecil akan periksa darah untuk pertama kalinya. Biasanya, dokter akan mengambil darah dari tumitnya, sekitar 6 tetes. Pemeriksaan darah itu sendiri berbeda-beda pada setiap bayi, tergantung keadaan atau riwayat kesehatan keluarganya. Umumnya, yang diperiksa adalah kadar hemoglobin (Hb), kadar hemotokrit (Ht), dan golongan darah.

Bagaimana kalau bayi itu sehat? Meski tidak perlu perawatan intensif, ia akan terus dipantau secara teliti oleh pihak rumah sakit. Misalnya, hampir setiap jam, perawat akan mengukur suhu tubuh, mengecek pernapasan, denyut jantung, gerak otot, serta aktivitasnya.

24 jam pertama

Selain lapar, biasanya si kecil akan bangun dan menangis bila popok dan pakaiannya basah. Dalam 24 jam pertama kehidupannya, kemungkinan besar bayi Anda sudah pipis dan pup. Bahkan, mungkin saja ia pup beberapa menit setelah lahir. Kotoran bayi baru lahir yang berwarna hitam kehijauan ini disebut mekonium. Bila ia belum pup juga, dokter akan melakukan tindakan untuk membantunya.

Bila bayi tetap saja rewel (padahal popok dan pakaiannya sudah diganti), bisa jadi ia butuh dekapan dan pelukan. Dengan begitu, ia merasa aman dan nyaman. Biasanya sih, bayi yang telah terpenuhi semua kebutuhannya ini akan kembali terlelap.

Jika dokter atau perawat mencurigai ada masalah dengan kesehatan bayi Anda, serangkaian pemeriksaan akan diulang. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kelainan yang belum terdeteksi, kemungkinan adanya gangguan kesehatan, atau terjadi infeksi setelah dilahirkan.

Nah, kalau kebetulan Anda dan bayi berada dalam satu ruangan ( rooming in ), sebaiknya Anda juga mengamati kondisi si kecil. Segera beritahu dokter atau perawat begitu ada yang tidak beres. Dengan begitu, bisa segera dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti.

48 jam pertama

Di hari kedua, bayi Anda akan menjalani serangkaian pemeriksaan kembali. Bila ia tampak kuning, maka kadar bilirubin (zat warna kuning dalam darah) dalam darah akan diperiksa. Bila kadar bilirubinnya tinggi, maka dokter akan segera bertindak. Misalnya, melakukan terapi blue light , yaitu meletakkan bayi dalam wadah yang dilengkapi alat yang memancarkan sinar biru.

Perlu diketahui, hampir semua bayi baru lahir akan kuning di hari ke-3. Itu sebabnya, seluruh bayi perlu diperiksa kadar bilirubin dalam darah pada hari itu. Normalnya, kadar bilirubin adalah 0-1 mcg. Namun, sampai hari ke-7, kadarnya bisa saja naik sampai 12 mcg.

Sebelum dibawa pulang, dokter akan mengajari cara sederhana untuk mengetahui apakah benar si kecil kuning atau tidak. Misalnya, bila ditekan dadanya, ditahan dan dilepas. Perhatikan daerah bekas tekanan tersebut. Biasanya, akan berwarna kuning. Bila bayi Anda benar-benar kuning, mau tidak mau harus segera dibawa ke rumah sakit. Di sini, dokter akan berupaya mengatasinya dan terus memantaunya sampai kadar bilirubin aman dan stabil.

Sumber : Ayahbunda-online.com

by : Dewi Handajani

Leave a comment »