Archive for 4-6 month

Jeli Pilih Baju Bayi

Bayi tak butuh busana orang dewasa dalam bentuk mini. Namun, bayi juga perlu tampil keren dan gaya, bukan?

Bayi masih memiliki keterbatasan gerak, sehingga yang dibutuhkan adalah baju-baju yang simpel dan terbuat dari bahan-bahan yang menyerap keringat. Nah, agar tak salah memilihkan baju untuk si kecil, ikuti panduannya:

  1. Pilihlah ukuran yang pas dengan ukuran tubuh bayi. Bayi yang gemuk akan sulit bergerak jika menggunakan baju yang sempit.
  2. Sesuaikan baju dengan iklim dan cuaca saat itu.
  3. Untuk Indonesia yang beriklim tropis, pilihlah baju dari bahan-bahan yang menyerap keringat dan halus seperti katun atau kaos, sehingga tidak menimbulkan iritasi pada kulit.
  4. Hindari pemakaian bahan sintetis semacam polyester karena tidak menyerap keringat. Keringat yang berlebihan dapat menyebabkan ruam kulit dan tidak nyaman.
  5. Pilih model baju yang simpel dan sesuai dengan tubuhnya yang masih kecil, sehingga baju tersebut tidak menghalangi gerakan-gerakan si bayi. Utamakan fungsi daripada model. Misal, untuk bayi yang mulai merangkak dapat dikenakan celana panjang guna melindungi lututnya.
  6. Perhatikan tinggi tubuh bayi yang sudah bisa merangkak. Hindari memilihkan baju atau celana yang kepanjangan karena dapat membahayakan saat merangkak.
  7. Perhatikan posisi label baju. Posisi label yang baik adalah yang letaknya jauh dari kulit bayi (misalnya, di samping). Sehingga label tersebut tidak akan bergesek dengan kulit saat bayi bergerak. Bayi pun akan terhindar dari iritasi kulit.
  8. Perhatikan aksesori atau hiasan yang terdapat pada baju.
  9. Perhatikan bentuk kerah baju. Kerah yang terlalu sempit dan terlalu tebal akan membuat bayi merasa tidak nyaman.
  10. Hindari penggunaan karet elastis karena memiliki daya rekat yang lebih kuat. Sebagai penggantinya dapat digunakan benang karet yang daya rekatnya lebih lembut.
  11. Hindari pengunaan mote-mote sebagai hiasan karena bayi kerap menggigiti bagian bajunya.
  12. Hindari kancing yang terbuat dari metal, biasanya kerap terdapat pada celana atau overall berbahan jins. Sebagai gantinya dapat digunakan kancing plastik kecil atau perekat plastik (velcro).
  13. Hindari hiasan kerutan (smock) di dada karena bila terlalu ketat akan menyesakkan dada.
  14. Khusus untuk renda pilihlah yang terbuat dari katun.
  15. Cucilah terlebih dahulu baju yang baru dibeli agar bahannya menjadi lembut dan terbebas dari kotoran.


TIPS PILIH BAJU BERDASARKAN USIA

BAYI 0-2 BULAN

Pada rentang usia ini bayi belum banyak bergerak. Hanya tergolek dan menggoyang-goyangkan tangan serta kakinya. Karena itu, dianjurkan memakai baju dengan model terusan yang mudah dilepas dan dipasang. Busana jenis ini kerap disebut sebagai baju monyet dengan tali atau kancing di bagian pundak. Atau, model terusan dengan kancing di bagian depan dan di bagian pantat untuk bagian bawahnya.

Pilihan lainnya terdiri dari 2 bagian yakni atasan dan bawahan. Khusus atasan, biasanya model kemeja tanpa kerah yang menggunakan kancing sehingga memudahkan dalam memakaikannya. Sedangkan bawahannya, untuk si Upik boleh rok atau celana.

BAYI 3-6 BULAN

Memasuki usia ini, bayi mulai bisa didudukkan. Pilihan bajunya lebih bervariasi lagi, tak harus yang memiliki kancing di depan. Model kaus atau blus dapat lebih mudah dipakaikan. Umumnya terdiri dari 2 bagian, yakni atasan dan bawahan.

BAYI 7-9 BULAN

Bayi sudah bisa duduk dan merangkak. Ia mulai senang bergerak terus tanpa henti. Untuk itu, model baju yang bisa dengan mudah dikenakan sangat dianjurkan. Guna mencegah luka di lutut akibat merangkak, ada baiknya pilihkan busana yang menutup lutut.

BAYI 10-12 BULAN

Kemampuan bayi semakin berkembang, yakni mulai belajar berdiri dan merambat atau belajar berjalan. Pilihkan baju yang nyaman agar dapat lebih leluasa bergerak. Disarankan memilih baju yang terdiri dari atasan dan bawahan.

Bayi pun mulai dapat mengenakan rok atau celana dengan aksesori. Bila ia berdiri, aksesori tersebut sudah terlihat. Umpamanya, kantong (saku), renda, model rok bertumpuk, dan lain-lain. Namun, patut diperhatikan agar aksesori tersebut tidak menghalangi geraknya dan aman bagi bayi.

Utami Sri Rahayu. Foto: Agus/nakita – http://www.tabloid-nakita.com

Narasumber dan koleksi:
Mothercare,
Mal Kelapa Gading 3 Lt 1, Jakarta

Advertisements

Leave a comment »

Cermat Pilih-pilih Gendongan

Gendongan bayi alias baby carrier (BC) jelas sangat membantu orang tua. Kini di pasaran banyak sekali BC yang ditawarkan. Akan tetapi, menurut Vijay Raghavalu, operations manager dari PT MultriTrend yang membahawahi Mothercare, hanya sedikit yang memenuhi kriteria BC yang aman, sehat, simpel, kuat, dan nyaman untuk bayi dan si penggendong.

Mengapa harus nyaman untuk kedua belah pihak? Tak lain karena BC adalah alat bantu untuk membawa bayi bepergian. “Dengan alat ini, ke mana orang tua ingin bepergian membawa bayi, bisa menjadi mudah dan ringan. Termasuk membawa bayi sambil bersepeda atau berkebun bisa terlaksana,” ujarnya.

BC yang nyaman tak akan membuat si penggendong merasa nyeri di pundak, tangan kesemutan, atau badan dan kaki pegal-pegal. Kuncinya, BC yang baik bisa membagi beban dengan sempurna sehingga bayi pun mau berlama-lama dalam gendongan yang nyaman ini.

Hal senada diiyakan oleh Dra. Ira Kusyairi, Dipl. PT, fisioterapis dari Klinik Pela 9 Jakata Selatan. “Memang, seringkali orang tua mengabaikan poin ini dalam memilih BC yang baik untuk anak. Padahal jika poin yang ini hilang, tentu BC yang kita miliki tidak akan (bisa) terpakai sampai kapan pun,” paparnya.

SYARAT UMUM BABY CARRIER

Nah, di bawah ini ada beberapa hal yang penting diperhatikan sebelum kita memutuskan membeli sebuah BC, sebagaimana disampaikan oleh Vijay dan Ira. Bahkan Vijay menegaskan, “Ingat, jangan mengutamakan dan mementingkan harga karena belum tentu yang mahal itu yang baik dan ideal!”

* AMAN

Syaratnya:

  1. Bahan yang digunakan harus lembut, tidak membuat bayi alergi, tidak membuat kulit bayi teriritasi atau lecet, dan harus bisa meredam benturan/impact.
  2. Bentuk harness (tali pengait) harus sesuai dengan tubuh si kecil.
  3. Bagian-bagian tubuh bayi yang belum kuat atau rentan, seperti leher, kepala, dan pinggang, mampu ditopang oleh BC dengan sempurna
  4. Sesuaikan dengan berat tubuh bayi. Setiap BC dibuat menurut kapasitas berat badan di usia bayi. Jika tidak sesuai, tentu BC tersebut tidak aman buat bayi; tiba-tiba talinya putus atau kainnya robek. Jadi jangan lupa baca keterangan dan petunjuk yang tertera pada kemasan, juga buku petunjuk.
  5. Pastikan BC tersebut minimal memiliki 5 poin sabuk yang akan mengikatkannya pada tubuh si penggendong.

* SEHAT

Hal ini berkaitan erat dengan bahan yang digunakan:

  1. Webbing (tali penyangga) yang digunakan tidak membuat si penggendong nyeri.
  2. Kain yang digunakan harus mampu menyerap keringat sekaligus panas tubuh bayi.
  3. Memiliki sirkulasi yang baik.
  4. Memiliki penadah (lap atau saputangan) gumoh atau air liur bayi.
  5. Empuk sehingga bayi tak mudah pegal dan betah di dalam BC.
  6. Bisa dicuci.

* SIMPEL

Di pasaran banyak beredar BC yang memenuhi dua kriteria di atas akan tetapi tidak memiliki keriteria yang satu ini. Tak heran si penggendong selalu kesulitan saat mengenakan BC, memasukkan bayi ke dalam BC, dan mengeluarkannya. Karena itulah, BC yang hendak kita beli harus benar-benar memenuhi kriteria berikut ini:

  1. Mudah dikenakan.
  2. Mudah memasukkan dan mengeluarkan bayi ke atau dari BC dalam hitungan detik.
  3. Mudah mengontrol keadaan bayi.
  4. Sangat baik jika BC tersebut juga memudahkan bayi menyusu ASI dari ibunya.

* KUAT

Pastikan BC yang kita beli benar-benar memerhatikan kualitas.

  1. BC tersebut memang benar mampu menopang berat badan bayi sesuai kapasitasnya dengan baik.
  2. Perlu diingat, sekuat dan seawet apa pun BC, pasti ada masa kedaluwarsanya. Sekalipun dia terlihat masih bagus dan layak pakai, tetapi karena faktor usia, maka BC tersebut sudah rapuh. Karena itu perhatikan dan tanya si penjual mengenai hal ini.
  3. Jahitannya harus benar. Paling baik dijahit di sisi luar dan dalam.

* SESUAIKAN DENGAN USIA BAYI

  1. Bayi usia 0-3 bulan tidak disarankan menggunakan BC model duduk. Paling baik untuk bayi usia ini adalah BC model tiduran. Bayi usia ini belum saatnya untuk didudukkan, terlebih lehernya belum bisa menopang beban kepalanya.
  2. Barulah setelah si bayi berusia 3-6 bulan boleh menggunakan BC model duduk, tetapi yang penempatannya di depan. Paling baik bayi diposisikan menghadap ke depan agar bayi bisa memandang lingkungan atau tempat dia berada dengan leluasa.
  3. Mulai usia 6 bulan ke atas, orang tua boleh menempatkannya dalam BC model gendong belakang.

TIP-TIP PENTING LAINNYA

Menurut Ira, masih ada beberapa hal penting lainnya yang harus kita perhatikan dalam memilih BC. Di antaranya:

  • Karena BC yang dijual di pasaran umumnya buatan negara-negara Barat, tak heran jika ukurannya disesuaikan dengan postur tubuh anak-anak kulit putih. Alhasil, sekalipun peruntukannya sesuai dengan berat badan anak kita, bisa saja si kecil “kelelep” saat berada di dalamnya. Jadi cobalah terlebih dahulu sebelum membeli BC yang baik.
  • Pilih BC yang memungkinkan anak bebas menggerakkan kepala, tangan, maupun kakinya.
  • Alangkah baiknya bila kita dapat menemukan BC berwarna-warni cerah yang mampu memberikan stimulasi pada bayi.
  • Jika ingin menggendong si kecil ke tempat-tempat bermain yang sedikit menantang, seperti ke pantai, kebun raya, atau taman nasional, jauh lebih baik gunakan BC dengan rangka, baik rangka dalam maupun luar. BC jenis ini memiliki bentuk yang kokoh dan bisa meredam guncangan akibat si penggendong aktif bergerak. Juga bisa menahan benturan yang mungkin terjadi pada si kecil.
  • Dalam kaitan dengan fashion, pilih BC yang pas buat diri kita. Kini ada BC yang dibuat dengan model atau corak feminin dan maskulin. Contoh, untuk pria bisa dipilih BC yang terkesan sporty, tidak banyak pernak pernik, simpel, dan bentuknya pun gagah.

MERAWAT BC

Menurut Vijay, sebaik apa pun BC yang kita miliki akan jadi percuma bila kita tidak bisa merawatnya dengan baik. “Biasakan selalu cek kondisi BC setelah digunakan,” anjurnya. Bila terkena noda makanan atau kotoran lainnya, segera bersihkan. “Jika noda tersebut tak hilang hanya dengan dilap, segera cuci sesuai dengan petunjuk mencuci yang tercantum dalam manual book.”

Cara menghilangkan noda dengan cara dilap juga membutuhkan teknik tersendiri. Kain lap yang digunakan harus bersih. Basahi dengan air, lalu usapkan pada permukaan BC secara searah alias tidak bolak-balik.

Boleh saja menggunakan sikat bila kotorannya memang membandel, tetapi sikat yang digunakan harus lembut. Sikat baju yang banyak dijual umumnya tidak direkomendasikan karena terlalu tajam dan keras, sehingga bisa merusak BC. Paling baik gunakan sikat gigi saja.

TIDAK DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANAK “ISTIMEWA”

Tip-tip memilih BC yang baik seperti yang telah disebutkan, kata Ira, tidak direkomendasikan untuk bayi dengan kebutuhan khusus atau memiliki kasus tertentu, seperti kelainan pada kaki atau tulang belakang dan panggul, “Sebab, selain bisa memperparah kondisi si bayi, juga dapat membahayakannya.”

Namun, seperti apa BC yang cocok untuk bayi-bayi “istimewa” ini, menurut Ira, tak ada patokan umum. “Semuanya berdasarkan kondisi dan keadaan bayi.” Karena itu, anjurnya, sebelum memilih BC, konsultasikan dulu dengan ahlinya, fisioterapis dan dokter rehab medik.

GENDONGAN TRADISIONAL

Di balik maraknya BC modern, ternyata BC zaman kakek nenek kita dulu tak bisa dipandang sebelah mata. BC dari kain yang diikatkan ke punggung si penggendong, tak kalah baiknya dengan BC modern untuk menggendong bayi usia 0-3 bulan. “Malah untuk kenyaman bayi dan keamanannya, mungkin lebih aman gendongan ini karena kain gendongan bisa menyangga semua bagian tubuh bayi, terutama yang masih lemah,” jelas Ira.

Gazali Solahuddin. Foto: Iman/nakita http://www.tabloid-nakita.com

Leave a comment »

Aduh, Gigiku Tumbuh!

Oleh: Drg. Isnaniah (http://www.sahabatnestle.co.id)


Tumbuhnya gigi bayi membuat orang tua bahagia. Tapi, prosesnya bisa menganggu si kecil.

Bayi anda tiba-tiba rewel, demam, atau batuk-batuk? Coba periksa mulutnya, terutama gusi bagian depan. Anda mungkin akan menemukan dua bakal gigi yang mulai tumbuh.

Proses Munculnya Gigi
Setiap orang tua tentu menunggu saat gigi anaknya mulai tumbuh. Setiap anak mendapatkan gigi pertamanya dalam usia yang berbeda-beda,tapi umumnya saat bayi berusia 4-6 bulan.

Sebenarnya di dalam kandungan bayi sudah memiliki 20 gigi susu yang terkubur di dalam gusi. Seiring dengan bertambahnya usia bayi, gigi-gigi ini akan muncul secara bertahap. Diawali oleh munculnya dua gigi pertama yang tumbuh di gusi tengah – bawah. Kurang lebih satu bulan kemudian tumbuh lagi dua gigi di gusi tengah- atas.

Berikutnya setiap 4-5 bulan tumbuh lagi dua gigi di gusi bawah dan gusi atas. Letaknya bersebelahan dengan gigi yang sudah ada.. Pertambahan gigi akan terus berlangsung hingga semua gigi susu muncul. Kira-kira saat usia bayi 22-26 bulan. Gigi permanen akan tumbuh saat anak berusia sekitar 6 tahun.

Ketika pertama kali gigi muncul sejak itu pula anda harus melakukan perawatan gigi bayi. Gunakan kain kasa yang dililitkan di jari untuk membersihkan gigi dan gusinya. Selain itu periksakan gigi anak secara teratur. American Dental Association menganjurkan, perawatan gigi ke dokter dimulai ketika gigi pertama anak mulai tumbuh.

Bila si kecil mendapatkan ASI, giginya akan lebih terjaga. Tetapi jika bayi mendapatkan susu botol, perlu ekstra perhatian. Penggunaan botol yang kurang tepat dapat merusak keindahan dan tumbuh kembang gigi bayi.

Tanda tumbuhnya gigi
Bila orang tua merasa bahagia saat gigi si kecil tumbuh, sepertinya tidak bagi bayi. Tumbuhnya gigi adalah saat yang tidak mengenakkan. Bayi mungkin merasa nyeri atau gatal saat giginya tumbuh. Rasa nyeri sama sekali bukan karena gusi yang terluka akibat kemunculan gigi. Melainkan beberapa sel-sel di gusi menjadi mati dan memisahkan diri sehingga gigi dapat muncul ke luar. Kondisi ini disebakan banyaknya pergerakkan dan perubahan di dalam tulang rahang dan diantara gigi geligi saat gigi akan muncul kepermukaan.

Akibat rasa nyeri ini, tingkah laku bayi kadang berubah. Beberapa bayi menjadi sangat sensitif dan sulit tidur. Sayang, orang tua seringkali tidak menangkap perubahan ini sebagai gejala tumbuhnya gigi. Sebagai petunjuk, secara umum bayi yang giginya sedang tumbuh biasanya akan mengeluarkan air liur yang lebih banyak. Ini disebabkan karena ada rangsangan di dalam mulutnya.

Selain itu bayi juga akan lebih senang menggigit benda yang ada di dekatnya. Dengan mengigit bayi dapat ‘melupakan’ rasa tidak nyaman di mulutnya. Perilaku ini sering memicu diare karena bayi kerap mengigit benda yang tidak bersih.

Meskipun jarang, ada pula bayi yang batuk saat tumbuh gigi. Diduga, karena banyaknya air liur di dalam mulut. Gejala lain yang dianggap sebagai akibat tumbuhnya gigi adalah demam. Demam timbul karena terjadi perubahan perilaku anak dan nyeri akibat tumbuhnya gigi.

Yang perlu anda lakukan saat gigi si kecil tumbuh:

  • Bersihkan mulut (gigi, gusi, dan lidah) bayi secara teratur terutama sehabis minum susu atau minuman manis lainnya juga sehabis makan.
  • Berikan benda yang bersih dan aman pada bayi untuk digigit. Misalnya: Wortel, buah-buahan, atau teether (mainan yang dapat digigit terbuat dari plastik tak beracun dan berisi cairan).
  • Bila bayi tidak bisa tidur karena nyeri akibat tumbuhnya gigi berikan obat pereda nyeri yang dianjurkan dokter.
  • Cobalah mengosok atau memijat gusi bayi dengan jari yang bersih atau gel khusus pereda nyeri gusi bayi.

Referensi
Mosby Pawlah. E. A dan Hoag. P. M, Essential of Periodontics.
Jurnal Kedokteran Gigi, Pengaruh zat-zat gizi dalam tumbuh kembang email gigi susu anak. PDGI 40.

Leave a comment »

Play and Learn with Your Child..

Here’s a good link from Fisher Price about fun activities for you and your child. Varies from new born to 6 years old. Check it out !!!

Leave a comment »