Archive for March, 2008

Bayi Laki-Laki atau Perempuan??

 

Pas ngutak ngatik inbox, ada email menarik tentang perencanaan kehamilan. Ini dia isinya…

————

Berharap biasanya dilakukan oleh sebagian orang yang mempunyai suatu rencana pada waktu mendatang. Bagi beberapa orang yang tidak mempunyai sebuah rencana pada waktu dekat, anda dapat menyimpannya sebagai referensi.

Latar belakang

Sperma laki-laki mengandung unsur spermatozoa X dan Y, spermatozoon X menentukan unsur perempuan sedangkan Y adalah unsur laki-laki. Berdasarkan sifat-sifat physiologi dari spermatozoa diatas, para ahli gynetika membuat teori dalam memilih untuk melahirkan bayi laki-laki atau perempuan.

1. Fator makanan :

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, Suami harus makan makanan yang banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam. Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, dan sea food (makanan laut).

Jika menginginkan bayi laki-laki. Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline (lihat jenis makanan diatas)

2. Faktor waktu (Kapan melakukan senggama ?)

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, keseringan senggama dilakukan pada waktu sebelum masa haid. Jika menginginkan bayi laki-laki. Keseringan senggama dilakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid.

Bagaimana mengetahui periode masa haid? Temperatur atau suhu tubuh meningkat (anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record)

3. Faktor Penetrasi (tusukan)

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, Suami harus menghindari tusukan yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama. Jika menginginkan bayi laki-laki, disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama. Alasan : Karakter dari Spermatozoa X dan Y. Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat ) Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah ) Jadi, dengan tusukan yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.

4. Faktor Rangsangan

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan penempuan akan menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y. Jika menginginkan bayi laki-laki. Ejakulasi suami sesudah istri terangsang.

5. Faktor persiapan istri

Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun. Jika menginginkan bayi laki-laki. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.

6. Faktor posisi

Jika menginginkan seorang bayi perempuan, posisi Istri pada waktu senggama diatas suami. Jika menginginkan bayi laki-laki, posisi suami pada waktu senggama berada diatas istri. Hal ini mengikuti sifat dari spermatozoon Y akan cepat menuju sasaran (sel telur).

Untuk rencana mempunyai seorang anak diatas dan siapapun yang akan membutuhkan rencana untuk masa datang, tabel dibawah ini akan membantu untuk memprediksi jenis kelamin dari anak yang akan dilahirkan. Akurasi dari tabel dibawah telah dibuktikan oleh ribuan orang dan hal ini dipercaya sebagai 99% kebenarannya. Percaya atau tidak.

Klik Tabel

Keterangan :

P = Perempuan

L = Laki-laki

 

Penjelasan :

Anda dapat memilih musim atau bulan yang anda inginkan untuk mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan dengan berpedoman pada tabel diatas. Usia istri dari umur 18 sampai 45 tahun pada baris atas dari tabel, sedangkan kolom kiri dari tabel  menunjukkan bulan pembuahan dari anak yang diinginkan. Dengan berpedoman pada tabel diatas anda akan dapat memilih waktu kapan harus melakukan senggama menurut jenis kelamin anak yang diinginkan. Jadi anda dapat merencanakan untuk mempunyai anak laki-laki ataupun perempuan.

 

Tabel ini diambil dari Royal tomb dekat Peking, China. Original copy tersimpan di Institute of Science of Peking. Kebenaran dari tabel diatas telah dibuktikan oleh ribuan orang dan dipercaya 99% kebenarannya.

Contoh singkat : Jika istri berusia 27th dan bayinya dibuat pada bulan Januari, berdasarkan tabel diatas bayi yang akan dilahirkan adalah perempuan. Tabel diatas didasarkan pada bulan proses pembuahan bayi, bukan kelahiran dari bayi.

Advertisements

Comments (5) »

Bila Anak Pipinya Merah

Bayi sehat, montok, berkulit bersih dan dengan pipi gembil menggemaskan merupakan dambaan semua ibu. Alangkah sedihnya hati ibu manakala melihat pipi bayinya yang semula mulus tiba-tiba berubah menjadi merah, beruntusan, dan teraba kasar. Apalagi bila bayi menjadi rewel dan selalu menggaruk pipinya karena sangat gatal. Apa yang dapat dikerjakan agar kulit menjadi mulus kembali? Saran dan anjuran dari orangtua, mertua, maupun tetangga untuk menggunakan ramuan tradisional tentu akan dicobanya. Atau si ibu akan berusaha mengobati sendiri dengan membeli obat-obatan yang dijual bebas di toko obat, baik obat oles maupun obat minum demi kesembuhan anaknya. Alih-alih kulit anaknya menjadi mulus, yang didapat justru kulit pipi anaknya semakin merah, membasah bahkan bernanah. Apa sebenarnya yang menyebabkan pipi anak menjadi merah, mengapa bisa demikian dan bagaimana mengatasinya?

Bayi atau anak yang pipinya merah bisa disebabkan karena berbagai sebab; antara lain: karena menderita eksim susu, eksim seboroik, atau bisa juga karena iritasi atau alergi.

Eksim Susu
Eksim susu dikenal di dunia medis sebagai eksim atopik atau dermatitis atopik. Banyak ibu-ibu yang menganggap penyebabnya adalah terkena air susu ibu yang tidak dibersihkan dengan baik. Pengertian tersebut sebenarnya salah kaprah. Eksim susu bukan karena terciprat ASI. Penyebab paling sering adalah alergi, terutama alergi susu formula.

Faktor terpenting adalah faktor alergi yang diturunkan dari orang tuanya. Bila orang tua mengalami asma, pilek alergis, atau eksim kulit kronis, maka bayi tersebut berisiko mengalami eksim susu.

Eksim susu biasanya muncul pada saat bayi berumur 2 bulan. Sekitar 60% kasus muncul pada tahun pertama kehidupan, sedangkan sebagian kecil baru muncul pada umur 4 – 10 tahun.

Ciri khas eksim terutama keluhan gatal. Rasa gatal dapat dipicu oleh cuaca panas, keringat, stress emosional, garukan, dan gesekan. Lokasi eksim biasanya di kedua pipi, bisa juga di dahi. Kulit terlihat kering, merah atau timbul bintik-bintik merah kecil seperti jerawat. Jika digaruk kulit semakin merah, tidak jarang timbul bintil-bintil berair yang jika pecah kulit menjadi membasah bahkan sangat mungkin menjadi bernanah karena infeksi. Pada anak-anak yang agak besar, lokasi gatal bisa juga ditemukan di daerah-daerah lipatan, seperti leher, lipat siku, lipat lutut. Penyakit ini bersifat menahun dan kambuh-kambuhan.

Untuk pencegahan, pemberian ASI sangat menguntungkan dibandingkan susu formula, karena alergi terhadap susu formula dapat mencetuskan eksim susu. Hindari rangsangan yang dapat menimbulkan rasa gatal. Kulit dirawat secara teratur dengan menggunakan pelembab ataupun kosmetika anak sesuai umurnya. Jika gejala merah di pipi sudah muncul tetapi kulit belum membasah dan tidak bernanah, boleh menggunakan krim hidrokortison 1% 1-2 kali sehari. Oleskan krim tipis-tipis dalam jangka tidak lebih dari 1 minggu. Sayangnya, krim yang digunakan terlalu banyak atau terlalu lama justru menyebabkan kulit menjadi tipis dan belang putih. Kadang dokter memberikan sirup antihistamin untuk mengurangi rasa gatal. Jika kondisi tidak membaik atau malah memburuk, sebaiknya meminta nasihat ke dokter kulit.

Eksim Seboroik 
Eksim seboroik merupakan penyakit kulit kronis yang ditandai dengan gejala kulit kemerahan dan bersisik pada daerah-daerah yang kaya akan kelenjar minyak, seperti di wajah, kepala dan dada. Bentuk ringan eksim seboroik adalah apa yang sering kita sebut sebagai “ketombean”. Pada bayi sering disebut dengan cradle cap atau dalam bahasa Jawa sering disebut sebagai “sela karang”. Eksim ini biasanya muncul pada saat bayi berumur satu bulan.

Penyebabnya diduga karena kelenjar minyak terlalu aktif dan juga karena pengaruh dari sejenis kuman yang bernama Pityrosporum ovale. Tanda-tanda eksim seboroik adalah kulit berubah menjadi merah dan tertutup sisik yang lengket berwarna kekuningan atau sisik putih kering. Kadang dijumpai adanya bintik-bintik merah kecil seperti jerawat. Pada kulit kepala biasanya sisik melekat erat sehingga sulit dilepaskan. Pada wajah biasanya mengenai kedua pipi, dahi, sekitar alis dan di telinga. Kasus yang berat bisa meluas ke badan dan lengan.

Penanganan eksim seboroik adalah dengan memandikan anak secara teratur dengan sabun bayi. Sisik di kepala yang tebal dan sulit dikelupas dapat diatasi dengan cara mengoleskan minyak zaitun (olive oil), didiamkan beberapa saat, selanjutnya dilepas dengan sisir secara perlahan. Sebaiknya kepala bayi dibersihkan dengan menggunakan sampo bayi atau sampo yang mengandung ketokonazole 2%. Pada kulit yang kemerahan dapat dioleskan krim hidrokortison 1% atau krim ketokonasol 2%.

Terkena bahan yang mengiritasi atau menyebabkan alergi
Pipi yang merah pada bayi dan anak dapat juga disebabkan karena terpapar bahan -bahan yang bersifat mengiritasi kulit atau menyebabkan alergi. Berbeda dengan kulit dewasa, kulit anak lebih rentan terhadap iritasi dan alergi

Berbagai bahan kosmetika bisa menimbulkan iritasi atau alergi pada kulit anak. Seringkali anak tidak tahan terhadap zat warna, pewangi, pengawet atau keasaman dari produk kosmetik. Penanganan kulit anak yang mengalami iritasi atau alergi dapat dilakukan dengan membersihkan kulit bayi secara teratur menggunakan kosmetika seringan mungkin, dan menghindari zat warna dan pewangi. Kulit yang kemerahan dapat diberikan krim hidrokortison 1%.

Tips untuk mencegah dan mengatasi kemerahan pada pipi anak:

  1. Hindari rangsangan gesek, lebih berhati-hati menggunakan sabun dan handuk. Lebih baik menggunakan kain lembut ditempelkan pada kulit, bukan digosok.
  2. Kurangi mandi dengan air panas. Suhu panas dan keringat akan merangsang rasa gatal.
    Hindari menggosokkan bahan tradisional atau sembarang krim pada kulit yang meradang.
    Oleskan pelembab atau minyak setiap anak selesai mandi.
  3. Jika kulit sudah meradang dapat dicoba krim hidrokortison 1%, jika memburuk segera konsultasi ke dokter kulit.
     

Referensi:
Fitzpatrick TB, Johnson RA, Wolff K, Suurmond D. Color Atlas & Synopsis of Clinical Dermatology. McGraw-Hill, New York, 2001.
Hurwitz S. Eczematous Eruption in Childhood, dalam Clinical Pediatric Dermatology, 2nd ed., W.B. Saunders Co., Philadelphia, 1993.
Vickers CHF. Eczematous Diseases, dalam Orkin M, Maibahc HI, Dahl MV eds. Dermatology, 1st ed. Lange Medical Book, London, 1991.

Comments (10) »

Menyusui Lebih Dari Dua Tahun

Hingga saat ini banyak sekali anggapan miring ttg ibu yang menyusui anaknya > 1th. Sering kita dengar kalimat ”Kalo anak > 1 th kan dah jelek ASInya”. Atau tak jarang juga terdengar kalimat ”Kalau disusui terus anak jadi manja dan gak mandiri”. Nah benarkah hal ini ? Artikel berikut dirangkum dari beberapa artikel dari La Leche League dan WHO tentang fakta-fakta seputar menyusui anak batita ( hingga umur 3 th).

Ternyata anggapan2 bahwa ASI gak bagus, nyusui anak besar bisa membuat jadi manja dan gak mandiri tsb TIDAK BENAR. Bahwa ternyata kandungan ASI > 1 th memiliki kandungan yang luar biasa bermanfaat utk anak. Yg jelas, ASI tetap memiliki zat imun yang melindungi bayi dari berbagai penyakit. Bahkan satu penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat imun meningkat jumlahnya dalam ASI di th keduam sehingga memberikan perlindungan yg lebih besar bagi anak. Belum lagi kandungan gizinya. Pada tahun kedua, kandungan ASI masih mengandung banyak manfaat.

Nah manfaat buat ibu gimana ? Banyak para ahli medis menbuktikan bahwa menyusui dapat memberikan ibu proteksi dari berbagai penyakit. Makin lama ibu menyusui, makin besar proteksi yg diberikan. Ibu dapat terminimalisasi dari resiko terkena kanker payudara, kanker ovarium (indung telur), kanker uterine (rahim), osteroposis, dsbnya.

Benarkah jika anak disusui terus menerus akan membuat ia jadi manja dan gak mandiri ?

Ini juga sama sekali TIDAK BENAR. Justru anak-anak yg disusui hingga ia berhenti sendiri (menyapih dirinya sendiri) lebih mandiri. Kenapa ? karena ia menemukan sendiri kemandiriannya. Ia merasa lebih nyaman dalam menemukan fase tsb. Ingat loh fase psikologis usia batita itu buat anak2 terkadang “mengerikan”. Ia harus belajar utk menerima kondisi di sektiarnya. Dengan menyusui, akan memudahkan anak menghadapi fase tsb dg lebih mudah. Terkadang juga kita memaksakan anak utk mandiri lebih cepat dari biasanya. Padahal di usia ini justru ia butuh ibunya dan ayahnya utk membantunya menemukan rasa percaya dirinya dsbnya.

Jadi menyusui di usia ini justru memenuhi kebutuhan psikologisnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan : “Susuilah anak di tahun pertamanya dan susuilah terus selama ibu dan anak saling menginginkan…Makin lama ibu menyusui anaknya, makin memberikan keuntungan bagi ibu dan anak dari segi kesehatannya dan perkembangannya……Tidak ada batasan pasti kapan anak harus berhenti menyusu dari ibunya. Dan TIDAK ADA BUKTI bahwa menyusui anak-anak > 3 th akan membuatnya terganggu secara psikologis ataupun.” (AAP 2005)

Nah kapan anak sebaiknya disapih ? Lagi-lagi ini pilihan yg sangat subyektif. Semua bergantung kepada 3 pihak : ibu-anak-ayah. Selama semua pihak saling menginginkan maka menyusui dapat terus dilakukan. Jika memutuskan utk menyapih, maka lakukanlah dg perlahan dan baik. Hindari penyapihan yg dapat menyakiti hati anak. Ingat selama masa menyusui, terjalin ikatan batin yg kuat antara ibu-anak. Jangan sampai hal ini ”rusak” karena proses penyapihan ini.

Comments (2) »

Kolostrum dan Manfaatnya

Kolostrum (Colostrum) adalah jenis susu yang diproduksi pada tahap akhir kehamilan dan pada hari-hari awal setelah melahirkan. Warnanya kekuningan dan kental. Meski jumlahnya tidak banyak, kolostrum memiliki konsentrasi gizi dan imunitas yang tinggi.

Dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, kolostrum keluar dari payudara untuk diminum bayi. Kolostrum TIDAK BISA diproduksi secara sintetis!

Jumlah kolostrum memang tidak banyak. Kolostrum hanya tersedia mulai hari pertama hingga maksimal hari ketiga atau keempat. Menyusui tidak menyusui, kolostrum tetap ada. Setelah itu, keluar susu peralihan[1].

Manfaat Kolostrum
Berikut manfaat kolostrum[2] [3]:

  1. Kolostrum berkhasiat khusus untuk bayi dan komposisinya mirip dengan nutrisi yang diterima bayi selama di dalam rahim.
  2. Kolostrum bermanfaat untuk mengenyangkan bayi pada hari-hari pertama hidupnya
  3. Seperti imunisasi, kolostrum memberi antibodi kepada bayi (perlindungan terhadap penyakit yang sudah pernah dialami sang ibu sebelumnya).
  4. Kolostrum juga mengandung sedikit efek pencahar untuk menyiapkan dan membersihkan sistem pencernaan bayi dari mekonium.
  5. Kolostrum juga mengurangi konsentrasi bilirubin (yang menyebabkan bayi kuning) sehingga bayi lebih terhindar dari jaundice.
  6. Kolostrum juga membantu pembentukan bakteri yang bagus untuk pencernaan[4].

Maka dari itu, kolostrum memiliki fungsi yang sangat vital dalam 10 hari pertama kehidupan bayi! Meskipun nantinya anda tidak dapat menyusui bayi dalam jangka waktu yang lama, sebisa mungkin kolostrum ini harus diberikan kepada bayi terlebih dahulu.

Kandungan Gizi
Kolostrum adalah konsentrasi tinggi karbohidrat, protein, dan zat kebal tubuh. Zat kebal yang ada antara lain adalah: IgA dan sel darah putih. Kolostrum amat rendah lemak, karena bayi baru lahir memang tidak mudah mencerna lemak[4].

1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc susu formula. Usus bayi dapat menyerap 1 sendok teh kolostrum tanpa ada yang terbuang, sedangkan untuk 30 cc susu formula yang diisapnya, hanya satu sendok teh sajalah yang dapat diserap ususnya[1].

Pada hari pertama mungkin hanya diperoleh 30 cc. Namun, dalam setiap tetesnya terdapat berjuta-juta satuan zat antibodi. SIgA adalah antibodi yang hanya terdapat dalam ASI. Kandungan SIgA dalam kolostrum pada hari pertama adalah 800 gr/100 cc. Selanjutnya mulai berkurang menjadi 600 gr/100 cc pada hari kedua, 400 gr/100 cc pada hari ketiga, dan 200 gr/100 cc pada hari keempat[1].

 Referensi
↑ 1,0 1,1 1,2 Blog ASI. Sepuluh Keistimewaan Pemberian ASI. 2005
↑ BMSG. Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised. Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001
↑ Blog ASI. ASI Terbaik Untuk Bayi dan Ibu. 2005
↑ 4,0 4,1 Wikipedia, Colostrum, 23 Mei 2006
Diperoleh dari “http://asuh.wikia.com/wiki/Kolostrum

Comments (1) »

Cara Membaca Grafik Pertumbuhan dan Persentil yang Tepat

Apakah yang dimaksud dengan Persentil?

Ketika kita membuka grafik pertumbuhan, maka kita akan melihat 7 kurva dengan pola yang sama. Tiap kurva tersebut mewakili persentil yang berbeda : 5th, 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 95th. Persentil 50th menunjukkan rata-rata nilai pada umur tersebut. Selain itu ada juga grafik dengan tambahan persentil 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 97th. Biasanya dokter menggunakan grafik ini jika angka yang di-plot berada di luar dari kurva yg standar. Pertumbuhan seorang anak akan di-plot pada persentil² tersebut. Untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana membaca atau menginterpretasikan grafik tersebut, perhatikan contoh berikut.

Seorang bayi yang memiliki lingkar kepala persentil 90th akan di-plot disebelah kanan dari kurva kedua dari atas pada grafik pertumbuhan. Jadi termasuk kurva persentil 90th. Artinya lingkar kepala bayi tersebut termasuk >= 90% dari total populasi anak seusianya yang ada di negara tersebut. Sedangkan 10% dari populasi anak memiliki ukuran lebih dari itu. Jika berat badan seorang anak berumur 4 tahun berada pada persentil 20th, berarti ia berada pada kurva di antara 10th dan 25th. Ini artinya juga 80% dari anak-anak sebayanya memiliki berat di atas anak tersebut, dan 20% lainnya memiliki berat di bawah anak tersebut.

Kesimpulannya, besar atau rendahnya persentil tidak berarti menunjukkan adanya masalah. Seorang bayi dengan lingkar kepala di persentil 90th dapat memiliki berat badan & tinggi badan di persentil 90th. Ini artinya dia termasuk anak normal yang berperawakan besar. Bisa jadi ia anak dari seorang atlet. Sebaliknya, anak yang memiliki berat badan di persentil 20th bisa jadi memiliki orang tua yang tinggi & beratnya juga di bawah rata-rata. Jadi sangat normal jika sang anak berada pada persentil 20th.

Namun demikian, ada juga pola grafik yang naik tajam atau turun drastis atau grafik berada pada kurva paling ekstrim (di luar dari semua kurva). Sebagai contoh, seorang anak memiliki berat badan (BB) di bawah persentil 5th, maka ia dimasukkan dalam kategori underweight (BB kurang). Sedangkan anak dg BB di persentil 85th akan dimasukkan dalam kategori overweight (beresiko obesitas) dan mereka yang memiliki BB di persentil di atas 95th digolongkan dalam obesitas.

Terkadang ada juga grafik dengan kurva melebihi persentil 95th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, awalnya ia berada di kurva persentil 40th kemudian langsung loncat ke persentil 75th. Artinya tanpa melewati persentil 50th dan 75th. Jika hal ini terjadi, maka perlu diperhatikan penyebab terjadinya kondisi tersebut.
Di lain pihak, dapat juga terjadi pengukuran atau pola grafik jatuh di bawah persentil 5th atau saling silang antar kurva persentil. Misalkan, turun drastis dari persentil 50th ke 20th. Jika hal itu terjadi, maka dokter akan mengevaluasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan yg mempengaruhi pertumbuhan sang anak.

Apa yang dapat pertumbuhan (growth chart) jelaskan tentang pertumbuhan anak kita ? Meskipun grafik pertumbuhan adalah alat ukur yg sangat berharga, alangkah baiknya dokter ataupun orang tua tidak terfokus pada angka-angka atau kurva yang terdapat dalam grafik.

Sebaliknya, angka-angka tersebut seharusnya dilihat sebagai sebuah trend. Grafik pertumbuhan dapat juga memberikan kesan yang salah tentang kondisi pertumbuhan anak kita.

Contohnya, seorang anak memiliki tinggi badan (TB) di persentil 5th. Bukan berarti ia memiliki masalah kesehatan. Apalagi jika pola grafik atau trend kurvanya menunjukkan bahwa ia memang selalu berada di kurva persentil 5th (sejak bayi hingga kini, sang anak selalu berada dalam kurva persentil 5th). Analisanya, bisa jadi sang anak mendapatkan gen “pendek” dari sang orang tua yang juga pendek.

Jika dokter atau orangtua terpaku pada angka di grafik pertumbuhan (bukan trend grafik pertumbuhan), maka bisa jadi kita akan salah menilai pertumbuhan anak kita. Khawatir terhadap hal yg salah.

Ketika grafik pertumbuhan dibaca dan dianalisa berulang kali, maka grafik tersebut akan mengungkapkan suatu pola pertumbuhan. Pola tersebut akan memberitahukan kita bagaimana pertumbuhan anak kita dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Selain itu, pola tersebut juga menunjukkan kepada kita bagaimana progress sang anak dari pengukuran sebelumnya. Grafik pertumbuhan akan sangat bermanfaat jika dilihat sebagai pola pertumbuhan anak dibandingkan dengan melihat angka per angka.

Sumber: Understanding the growth percentile! yang diterjemahkan secara bebas oleh Luluk L. Soraya (aimi-asi.org)

Silahkan download grafik pertumbuhan yang sesuai dengan anak anda

Grafik Pertumbuhan anak laki-laki (0-24 bulan)
Grafik Pertumbuhan anak laki-laki (24-60 bulan)
Grafik Pertumbuhan anak perempuan (0-24 bulan)
Grafik Pertumbuhan anak perempuan (24-60 bulan)

Comments (1) »