48 Jam Pertama: Penting dan Genting!

Selain proses persalinan, 48 jam pertama setelah lahir juga merupakan masa yang penting dan genting bagi bayi. Apa saja yang dilakukan pihak rumah sakit pada si kecil?

Selama 48 jam pertama setelah kelahirannya, bayi Anda harus tetap dalam pemantauan tim penolong persalinan. Ya, ada sejumlah prosedur yang dilakukan dokter atau perawat terhadap si kecil. Semua itu bertujuan membantu bayi menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Mungkin saja, setiap fasilitas kesehatan yang menangani persalinan punya kebijakan yang berbeda seputar penanganan bayi baru lahir. Meski begitu, jenis pemeriksaan, tes atau pemantauan umumnya sama.

Menit-menit pertama yang kritis

Momen yang paling tak terlupakan adalah saat Anda pertama kali mendengar tangisan si kecil. Wow…! Seketika perasaan Anda campur aduk antara rasa bahagia dan cemas. Bagaimana ya kesehatannya?

Memang, menit-menit pertama merupakan masa kritis bagi kesehatan bayi secara keseluruhan. Itu sebabnya, tim penolong persalinan akan segera melakukan serangkaian pemeriksaan dan tes, yaitu:

– Tes Apgar

Uraian tentang tes ini bisa Anda simak dalam artikel “Refleks Bayi Baru Lahir, Modal Beradaptasi” pada edisi no. 20/9-22 Oktober 2004.

– Pemeriksaan ada tidaknya kelainan bawaan

Antara lain, kelainan pada langit-langit mulut (termasuk bibir sumbing), kelainan kromosom (seperti Sindroma Down), kelainan genitalia (seperti testis belum turun); serta kelainan pada saluran kemih. Bila memang ada kelainan, dokter akan membicarakan tindakan yang sebaiknya dilakukan bersama Anda dan pasangan.

– Pemeriksaan tingkat kematangan bayi

Di sini, akan dilihat apakah bayi Anda itu cukup matang (sudah waktunya dilahirkan), prematur (lahir sebelum waktunya), atau justru lahir lewat dari waktu seharusnya.

Bila kulit si kecil terlihat sangat tipis dan agak transparan, itu adalah salah satu tanda bayi prematur. Jika kerut-kerut pada kulit tubuhnya terlalu banyak dan lapisan berwarna keputihan yang cukup tebal di tubuh tidak ada lagi, maka ini menandakan si kecil sebenarnya lahir lewat dari batas waktu perkiraan.

– Pengukuran fisik

Pengukuran terhadap fisik atau tubuh si kecil dimulai dari menimbang tubuh untuk mengetahui berat lahir dan mengukur panjang tubuh. Ini untuk melihat apakah proporsi tubuhnya termasuk normal atau tidak.

Selanjutnya, akan dilakukan pengukuran lingkar kepala, lingkar dada dan lingkar perut. Semua hasil pengukuran ini akan dibandingkan dengan acuan yang baku. Misalnya, ukuran kepala bayi yang termasuk normal antara 33-38 cm. Selanjutnya, dilakukan pengukuran suhu tubuh bayi. Normalnya, sekitar 36,5–37,4 ° C. Itu sebabnya, ia akan terasa lebih hangat.

– Pemberian obat tetes mata

Tujuannya untuk mencegah kemungkinan terjadinya radang mata atau infeksi dari penyakit di daerah sekitar jalan lahir, khususnya PMS (Penyakit Seksual Menular), yang mungkin saja diderita oleh orang tuanya.

60 menit pertama

Selesai semua pemeriksaan paska kelahirannya, sesegera mungkin bayi akan diberikan pada Anda untuk disusui. Paling baik dalam waktu kurang dari 30 menit pertama. Mengapa begitu?

Selain refleks hisap bayi paling kuat pada waktu tersebut, manfaatnya banyak sekali. Bukan cuma bagi bayi Anda, tapi juga Anda. Misalnya, aneka rangsangan yang diterima selama berlangsungnya kegiatan menyusui akan membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang otak bayi. Selain itu, risiko Anda mengalami perdarahan dan anemia bisa berkurang, karena hormon oksitosin yang keluar selama menyusui akan merangsang rahim berkontraksi dan kembali lebih cepat ke bentuk semula.

Kegiatan menyusui sedini mungkin ini juga berarti memberi kesempatan pada si kecil untuk menerima kolostrum (ASI yang keluar sejak hari ke-1 sampai ke-14 setelah melahirkan). Selain kandungan gizinya bisa memenuhi kebutuhan bayi, cairan berwarna bening kekuningan ini mengandung zat kekebalan tubuh. Dengan begitu, si kecil akan terlindung dari beberapa penyakit infeksi (terutama diare) dan memperoleh imunitas (kekebalan tubuh).

Sebagai catatan, bayi yang sehat akan terlihat sangat aktif pada 1 jam pertama kehidupannya. Ia akan terus menggerak-gerakkan tangan dan kakinya.

6 jam pertama

Umumnya, bayi akan terlelap selama 2-3 jam, lalu terbangun dan menangis. Ini tanda ia lapar dan ingin segera disusui. Lambung mungilnya hanya bisa menampung ASI yang bisa membuatnya kenyang selama 3 jam saja. Meski begitu, Anda tidak perlu merancang jadwal pemberian ASI. Biarkan ia menyusu se maunya dan semampunya. Ingat, hisapan bayi akan membantu merangsang keluarnya ASI.

Juga, si kecil akan periksa darah untuk pertama kalinya. Biasanya, dokter akan mengambil darah dari tumitnya, sekitar 6 tetes. Pemeriksaan darah itu sendiri berbeda-beda pada setiap bayi, tergantung keadaan atau riwayat kesehatan keluarganya. Umumnya, yang diperiksa adalah kadar hemoglobin (Hb), kadar hemotokrit (Ht), dan golongan darah.

Bagaimana kalau bayi itu sehat? Meski tidak perlu perawatan intensif, ia akan terus dipantau secara teliti oleh pihak rumah sakit. Misalnya, hampir setiap jam, perawat akan mengukur suhu tubuh, mengecek pernapasan, denyut jantung, gerak otot, serta aktivitasnya.

24 jam pertama

Selain lapar, biasanya si kecil akan bangun dan menangis bila popok dan pakaiannya basah. Dalam 24 jam pertama kehidupannya, kemungkinan besar bayi Anda sudah pipis dan pup. Bahkan, mungkin saja ia pup beberapa menit setelah lahir. Kotoran bayi baru lahir yang berwarna hitam kehijauan ini disebut mekonium. Bila ia belum pup juga, dokter akan melakukan tindakan untuk membantunya.

Bila bayi tetap saja rewel (padahal popok dan pakaiannya sudah diganti), bisa jadi ia butuh dekapan dan pelukan. Dengan begitu, ia merasa aman dan nyaman. Biasanya sih, bayi yang telah terpenuhi semua kebutuhannya ini akan kembali terlelap.

Jika dokter atau perawat mencurigai ada masalah dengan kesehatan bayi Anda, serangkaian pemeriksaan akan diulang. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada kelainan yang belum terdeteksi, kemungkinan adanya gangguan kesehatan, atau terjadi infeksi setelah dilahirkan.

Nah, kalau kebetulan Anda dan bayi berada dalam satu ruangan ( rooming in ), sebaiknya Anda juga mengamati kondisi si kecil. Segera beritahu dokter atau perawat begitu ada yang tidak beres. Dengan begitu, bisa segera dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti.

48 jam pertama

Di hari kedua, bayi Anda akan menjalani serangkaian pemeriksaan kembali. Bila ia tampak kuning, maka kadar bilirubin (zat warna kuning dalam darah) dalam darah akan diperiksa. Bila kadar bilirubinnya tinggi, maka dokter akan segera bertindak. Misalnya, melakukan terapi blue light , yaitu meletakkan bayi dalam wadah yang dilengkapi alat yang memancarkan sinar biru.

Perlu diketahui, hampir semua bayi baru lahir akan kuning di hari ke-3. Itu sebabnya, seluruh bayi perlu diperiksa kadar bilirubin dalam darah pada hari itu. Normalnya, kadar bilirubin adalah 0-1 mcg. Namun, sampai hari ke-7, kadarnya bisa saja naik sampai 12 mcg.

Sebelum dibawa pulang, dokter akan mengajari cara sederhana untuk mengetahui apakah benar si kecil kuning atau tidak. Misalnya, bila ditekan dadanya, ditahan dan dilepas. Perhatikan daerah bekas tekanan tersebut. Biasanya, akan berwarna kuning. Bila bayi Anda benar-benar kuning, mau tidak mau harus segera dibawa ke rumah sakit. Di sini, dokter akan berupaya mengatasinya dan terus memantaunya sampai kadar bilirubin aman dan stabil.

Sumber : Ayahbunda-online.com

by : Dewi Handajani

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: