Hari-hari Pertama Bayi

Guys, ini ada artikel bagus, quote from anakku.net. Semoga berguna!!

————————————————————–

Hari-hari pertama bayi selalu menarik, sekaligus menegangkan. Beberapa hal yang kita lihat sering sulit diartikan. Apakah normal atau ada gangguan serius?

1. Kok napasnya berbunyi

Untuk bernapas, bayi yang baru lahir amat tergantung pada aliran napas hidung. Kadang kala napasnya berbunyi hingga membuat orang tua panik. Bayi-bayi yang saat dilahirkan harus disedot hidungnya juga sering mengalami “stuffy nose” syndrome, yaitu kumpulan gejala yang disebabkan pembengkakan di selaput lendir hidung, namun kondisi ini akan membaik sendiri setelah beberapa hari hingga beberapa minggu.

2. Laringotrakeomalasia

Laringotrakeomalasia adalah salah satu penyebab terbanyak napas yang berbunyi pada bayi kecil. Bayi ini memiliki saluran napas yang masih lemah dan bila ia mengambil napas, saluran tersebut akan menyempit hingga mengeluarkan bunyi berisik. Bunyi lebih kentara saat anak mengambil napas dan makin jelas terdengar bila ia tidur terlentang atau saat menangis. Suara si bayi atau pun suara tangisnya tetap kencang, kulit biasanya tidak biru, dan nafsu minum susu tidak terganggu. Biasanya laringotrakeomalasia yang ringan bisa menghilang sendiri pada usia sekitar 6-18 bulan karena otot-otot saluran napas makin kuat. Namun, bila tidak, orang tua perlu waspada adanya kelainan lain. Jika orang tua tak pasti, bisa konsultasikan pada dokter anak ataupun dokter ahli THT (telinga, hidung, dan tenggorok).

3. Bayiku berhenti bernapas?

Kalau diperhatikan, napas bayi berbeda dengan orang dewasa. Mereka bernapas dengan pola tertentu. Kadang-kadang bayi baru lahir bernapas cepat diselingi oleh berhentinya napas sekitar 20 detik yang disebut periodic breathing, terjadi lebih sering pada bayi yang kelelahan atau prematur. Saat napas berhenti, kulit bayi tidak akan menjadi biru atau lemah. Namun bila bayi Anda berhenti bernapas lebih dari 20 detik atau terlihat biru dan lemah, perlu dikonsultasikan pada dokter dan diperiksa lebih lanjut.

4. Kecil-kecil sudah pilek

Pilek karena infeksi merupakan keluhan yang juga sering dilaporkan ibu. Biasanya napas bayi kecil Anda akan terganggu karena ada cairan di hidungnya. Cairan tersebut dapat disedot dengan alat sedot khusus sebelum bayi disusui atau tidur hingga bayi lebih mudah minum susu dan lebih nyenyak tidurnya. Obat-obat dekongestan yang bekerja mengurangi hidung mampet tidaklah dianjurkan untuk bayi baru lahir karena adanya kemungkinan efek samping.

5. Apa yang bisa menyebabkan ia batuk-batuk ya?

Tak jarang bayi kecil Anda terbatuk-batuk. Bila batuk-batuk terus berlanjut, pikirkan kemungkinan ada infeksi saluran napas yang disebabkan virus atau bakteri. Penyakit bisa bersifat ringan tetapi bisa juga cukup berat misalnya yang disebabkan respiratory syncytial virus (RSV) ataupun batuk seratus hari (pertusis). Batuk akibat kuman ini merupakan indikasi rawat di rumah sakit karena bayi Anda dapat mengalami berhenti bernapas, apalagi kalau kulit bayi sudah tampak biru.

6. Oo, napasnya berhenti lama!

Apnea adalah istilah medis yang dipakai untuk menggambarkan berhentinya napas selama 20 detik atau lebih, atau berhentinya napas yang disertai dengan denyut jantung yang pelan, pucat, dan kulit biru. Hati-hati pula bila bayi berhenti bernapas disertai perubahan warna kulit, tampak seperti tersedak atau kesulitan bernapas, diikuti otot-ototnya melemah, karena ini merupakan tanda yang cukup berbahaya disebut apparent life-threatening event (ALTE).

Apnea berbeda dengan periodic breathing sebab apnea merupakan gejala adanya penyakit-penyakit tertentu, jadi harus lebih diwaspadai. Yang paling sering adalah akibat infeksi berat, radang paru-paru, radang otak, pertusis, RSV, kekurangan gula darah, kejang, kurang darah (anemia), dan penyakit berat lainnya.

Perhatikan apa yang biasanya terjadi pada bayi Anda sebelum apnea terjadi, apakah ada perubahan makan atau tidur, lebih memilih posisi tertentu, adakah penyakit yang sedang diderita, ada riwayat suddent infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak pada keluarga, bayi punya sakit paru-paru atau jantung, dan pernah kejang. Seringkali saat sampai di rumah sakit, bayi bernapas normal kembali, hingga Anda hanya bisa mengatakan “Tadi bayi saya berhenti bernapas, dok”, dan dokter amat bergantung pada informasi Anda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada beberapa keadaan, dokter dapat meminta bayi Anda dirawat terutama bila apnea sudah sering terjadi.

7. Apakah ada kelainan jantung?

Kelainan jantung terjadi pada 8 di antara 1000 bayi yang lahir hidup. Setiap orang tua perlu waspada bila bayi tampak bernapas cepat (dalam satu menit, bayi bernapas lebih dari 60 kali), disertai kulit yang biru mendadak atau pucat, berkeringat saat makan, tampak cepat lelah, berat badannya sulit naik, dan kulit biru yang tambah nyata bila anak menangis.

Kelainan jantung pada bayi baru lahir bisa ditandai dengan kulit atau bibir yang membiru bisa juga tidak tergantung dari jenis kelainannya. Beberapa bayi tidak menunjukkan gejala apapun kecuali ia sering sakit batuk pilek, cepat capek saat disusui, atau berat badannya tak naik-naik, dan akhirnya baru diketahui ia mengidap kelainan jantung saat ia makin besar. Saat ini dunia kedokteran sudah demikian canggih, sehingga sudah dapat dilakukan penyembuhan kelainan jantung tanpa harus operasi besar hingga mengurangi risiko operasi pada bayi-bayi kecil.

8. Dok, bayiku kejang?

Saat Anda mau menyusuinya, tiba-tiba bola mata bayi Anda melirik ke suatu arah, berkedip-kedip dan mulutnya bergerak-gerak aneh. Saat itu baru dua hari Anda melahirkannya. Loh apa ini normal? Pikirkanlah kemungkinan bayi Anda mengalami kejang. Kejang pada bayi baru lahir berbeda dengan bayi yang lebih besar. Mereka umumnya tidak kelojotan atau kaku seluruh badan. Gerakan biasanya bersifat setempat, misalnya kaki seperti mengayuh, tangan seperti meninju, bola mata atau mulut bergerak-gerak. Bisa juga kaku (tonik) atau kelojotan (klonik) di bagian tubuh tertentu seperti tangan dan kaki.

Bedakan juga dengan jitteriness, suatu gerakan seperti kejang namun tidak berbahaya, diperkirakan terjadi pada 44% bayi baru lahir normal. Gerakannya seperti gerakan gemetar yang simetris, tidak ada periode gerakan lambat dan cepat seperti pada kejang, dan ritmenya lebih cepat yaitu 5-6 kali gerakan per detik. Jitteriness tidak terjadi pada wajah, mudah dirangsang, dan dapat dihentikan bila kita memegang tangan atau kakinya yang bergerak-gerak. Bayi yang mengalami jitteriness juga tidak mengalami perubahan denyut jantung atau tekanan darah yang terjadi pada kejang.
Pada bayi-bayi kecil kurang dari tiga hari yang umum menjadi penyebab kejang salah satunya karena mereka kekurangan oksigen/udara. Sekitar 50-65% bayi yang kejang disebabkan kelainan pada otaknya karena kekurangan oksigen. Sisanya disebabkan perdarahan dalam kepala akibat proses persalinan ataupun kelainan-kelainan lain, misalnya bayi yang dilahirkan dari ibu penderita diabetes, infeksi, diberi obat-obatan, kekurangan zat tertentu dalam darah, dan sebagainya. Ingatlah bahwa kejang pada bayi kecil hanyalah sebuah gejala dari kelainan lain yang menjadi penyebabnya, dan bukan merupakan suatu penyakit.

Mendengar kata kejang, sebagai orang tua pastilah khawatir bagaimana masa depan si bayi. Apakah ia menjadi tidak cerdas nantinya? Tidak bisa dipastikan juga. Ada beberapa penyebab kejang yang relatif tak berbahaya, di antaranya yang disebut benign familial neonatal convulsion atau kejang pada bayi lahir yang ringan dan bersifat keturunan. Penyebabnya tidak diketahui, biasanya terjadi pada tiga hari pertama setelah lahir dan menghilang setelah usia satu sampai enam bulan. Cobalah dirunut apakah di antara ayah, ibu, atau saudara ada yang memiliki riwayat epilepsi atau kejang saat bayi juga.

Kejang jenis lain yang juga tak perlu dikhawatirkan adalah “fifth-day fits” suatu bentuk kejang pada bayi baru lahir yang bersifat ringan, terjadi pada saat usia 5 hari dan menghilang pada usia 15 hari.

9. Apakah sudah terjadi kekerasan?

Tak ada salahnya orang tua lebih memperhatikan kemungkinan ini apalagi bila keduanya bekerja. Kasus kekerasan pada bayi paling sering dilakukan oleh orang terdekatnya sendiri, konon angkanya mencapai 90%. Bayi tak bisa mengeluh dan mengadu tetapi ada beberapa tanda-tanda pada tubuhnya yang dapat menjadi petunjuk. Bila terjadi perdarahan otak –misalnya karena kepala dibenturkan-, bayi mengalami penurunan kesadaran meskipun saat diperiksa tidak ada tanda apapun di kulit kepalanya. Periksalah apakah ubun-ubunnya menonjol, adakah memar atau posisi badan yang aneh yang disebabkan tulangnya patah. Salah satu yang khas pada kekerasan bayi yaitu terlihat banyak bekas patah tulang dengan berbagai tingkat penyembuhan, lebih jelas bila diperiksa dengan sinar roentgent. Patah tulang paha, patah tulang lengan atas yang garis patahannya berbentuk spiral, atau patah tulang iga pada bayi kecil juga perlu dicurigai sudah terjadi kekerasan, apalagi bila cerita pengasuh tidak konsisten atau tidak masuk diakal.

10. Sepertinya tubuhnya demam.

Jika bayi dalam usia satu minggu pertama mengalami demam, ada dua kemungkinan yang paling penting yaitu apakah ia sakit atau karena lingkungan yang terlalu panas. Jika Anda yakin kedua-duanya tidak terjadi, bayi tampak sehat namun ia memang tak terlalu suka menyusu atau berat badannya turun lebih dari 10% dari berat lahirnya, pikirkan kemungkinan demam akibat kekurangan cairan (dehidrasi). Biasanya bayi-bayi tersebut minum air putih atau susu botol dengan antusias seperti kehausan, dan setelahnya suhunya akan membaik serta berat badannya naik.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: