Archive for kehamilan dan persalinan

16 Kondisi Darurat Saat Hamil

Ibu hamil disarankan agar tidak terlalu cemas jika kandungannya mengalami gangguan ringan. Namun ibu hamil sangat disarankan agar tetap waspada terhadap perkembangan kandungannya.

Apakah gejala-gejala yang perlu diperhatikan itu?

  1. Jika mengalami sakit perut hebat dan bertahan dalam waktu yang panjang
  2. Terjadi perdarahan atau bercak darah keluar dari vagina
  3. Perubahan cairan vagina, yaitu; cairan lebih lengket, atau bercampur darah.
  4. Merasakan tekanan pada panggul, sakit di punggung bagian bawah, atau kram sebelum usia kehamilan memasuki minggu ke- 37.
  5. Merasa sakit pada saat buang air kecil, dan disertai rasa terbakar.
  6. Urin tersendat atau tidak keluar sama sekali.
  7. Muntah berat berulangkali, disertai demam.
  8. Menggigil atau demam. Suhu tubuh mencapai 38,3 C.
  9. Rasa gatal — yang menetap — di seluruh tubuh, khususnya jika dibarengi kulit tubuh menguning, urin berwarna gelap, dan feses berwarna pucat.
  10. Mengalami gangguan penglihatan secara tiba-tiba, seperti; pandangan ganda, buram, atau ada titik mata yang terasa silau jika memandang sesuatu.
  11. Sakit kepala hebat yang bertahan lebih dari 2-3 jam.
  12. Pembengkakan akibat pengumpulan cairan (edema) pada tangan, wajah dan sekitar mata, atau penambahan berat badan yang tiba-tiba, sekitar 1 kilo atau lebih, yang tidak berkaitan dengan pola makan.
  13. Kram yang menetap pada kaki atau betis, yang tidak mereda ketika ibu hamil menekuk lutut.
  14. Gerakan janin berkurang. Sebagai panduan umum, jika terjadi kurang dari 10 gerakan dalam 2 jam pada kehamilan minggu ke-26 atau lebih, berarti kondisi janin tidak normal
  15. Trauma atau mengalami cedera pada daerah perut.
  16. Pusing akut hingga pingsan.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, segera telepon dokter. Jika ada masalah, ibu hamil akan mendapat pertolongan segera. Kalaupun ternyata kandungan baik-baik saja, maka ibu akan merasa aman karena telah memastikan kondisi kehamilannya pada orang yang tepat. (conectique.com)

Leave a comment »

Keluhan Ringan Saat Kehamilan

Kehadiran si Buah Hati sudah tentu menyebabkan terjadinya perubahan dalam tubuh Ibu. Selain bentuk badan yang semakin membesar, masih banyak hal lain yang Ibu rasakan. Berikut ini adalah beberapa kejadian kecil yang biasa muncul di saat hamil serta cara mengatasinya.

1. Pusing

Pada trimester pertama, kebanyakan ibu akan mengalami pusing disertai rasa mual. Ini disebabkan oleh terjadinya perubahan hormon. Pusing semacam ini tak akan lama dan akan hilang dengan sendirinya. Maka sebaiknya Ibu tak usah minum obat, cukup dengan beristirahat atau berbaring di tempat tidur. Meski demikian ada kemungkinan pusing yang Ibu alami disebabkan oleh alasan lain, misalnya karena flu. Untuk mengatasinya, Ibu bisa minum obat flu yang sangat ringan. Pusing juga disebabkan oleh problem emosional, ketegangan atau kelelahan. Selama ibu masih mampu mengatasinya dengan istirahat, Ibu tidak perlu minum obat. Namun bila sangat mengganggu apalagi disertai dengan perubahan penglihatan, misalnya kunang-kunang atau seakan-akan ada kilatan cahaya, berkonsultasilah ke dokter.

2. Kaki Bengkak

Pada bulan-bulan terakhir usia kehamilan, volume darah meningkat sehingga kadang-kadang terlihat tanda-tanda tekanan darah tinggi yang salah satunya adalah kaki bengkak. Kurangi makan garam dan sering-seringlah beristirahat. Saat kaki bengkak, luruskan dan angkat kaki agak ke atas.

3. Mual dan Muntah.

Orang sering menyebutnya “morning sickness” karena mual dan muntah ini biasanya muncul pada pagi hari, saat perut masih kosong. Namun tak jarang pula munculnya siang maupun malam hari. Kelihatannya memang aneh, sebab hanya karena bau sabun, pasta gigi atau minyak wangi, ibu bisa mual dan muntah-muntah. Bahkan kadang-kadang makanan yang dulu menjadi favorit kini disingkirkan karena tak tahan aromanya. Sudah menjadi kodrat alam, tak ada obat khusus yang dapat mencegah muntah dan mual ini. Untuk mengurangi rasa mual, Ibu bisa makan makanan kecil ketika bangun tidur. Ibu juga dianjurkan lebih sering minum air putih. Biasanya keluhan ini akan menghilang pada akhir bulan keempat usia kehamilan.

4. Sembelit
Kemungkinan terjadinya sembelit sebenarnya dimulai saat awal kehamilan, sebab hormon progesteron pada waktu hamil menyebabkan relaksasi usus. Hal ini mengakibatkan daya dorong usus terhadap sisa makanan berkurang. Sisa makanan menumpuk dan terjadilah sembelit. Sembelit juga disebabkan oleh kandungan zat besi pada tablet yang ibu konsumsi, atau oleh kebiasaan suka menahan buang air besar. Untuk mengatasinya, perbanyaklah memakan sayuran dan buah-buahan yang berserat. Ibu pun harus mendisplinkan diri agar teratur ke belakang setiap hari. Satu lagi yang penting, minumlah air putih minimal dua liter setiap hari.

 
 
 

quoted from : www.bayisehat.com

Leave a comment »

Tanda-tanda Melahirkan

Nyeri, tegang, mulas…. Ups! Jangan-jangan saat persalinan sudah dekat.

Punya pengetahuan tentang tanda serta tahap persalinan jelas sangat membantu, meski tidak berarti setiap wanita hamil akan melewati rasa dan pengalaman yang sama saat melahirkan.

Diawali kontraksi

Normalnya, di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Nah, gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut kontraksi.

Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar.

Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan menjelang waktunya bayi lahir, jarak kontraksi bisa mencapai 2 atau 1 menit sekali.

Sewaktu jarak antar-kontraksi masih jauh, mungkin rasa nyeri terasa hanya pada bagian atas perut. Namun seiring dengan kemajuan proses awal ini, rasa nyeri semakin menjalar ke bagian bawah perut, bahkan ke arah bawah punggung dan belakang pinggang. Saat mulut rahim sudah membuka sempurna, rasa nyeri yang hebat di daerah tadi akan terasa sangat kuat.

Jalan lahir membuka

Saat otot rahim mengerut, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin semakin terdorong ke arah bawah (jalan lahir). Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.

Perlu Anda tahu, sejak terjadinya kehamilan, secara alami mulut rahim tertutup oleh semacam sumbat berupa lendir kental. Sumbat lendir ini bertugas menjaga agar kehamilan bisa terus berjalan sekaligus melindungi janin dari kuman. Nah, pada awal tahap pembukaan mulut rahim, sumbat lendir itu terbuka dan lendir (yang berwarna merah muda) keluar melalui vagina.

Mulut rahim yang semula hanya membuka sedikit, seiring dengan datangnya kontraksi yang semakin kuat, akan terus melunak dan terbuka semakin lebar. Lama-kelamaan, mulut rahim akan terlihat semakin datar dan menyatu dengan rahim bagian bawah. Saat inilah pembukaan lengkap terjadi.

Pembukaan mulut rahim biasanya dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Bila dokter mengatakan mulut rahim Anda sudah pembukaan 8, artinya jalan lahir sudah membuka sepanjang 8 cm. Pembukaan mulut rahim dikatakan lengkap bila sudah mencapai pembukaan 10, atau 10 cm.

Lamanya tahap pembukaan jalan lahir dari awal hingga sempurna, bervariasi pada setiap kehamilan. Namun, secara gamblang tahap persalinan dibagi atas:

* Kala/tahap I laten: di mulai dari tanpa pembukaan sampai pembukaan 2, yang bisa berlangsung 24-48 jam,

* Kala I aktif: dimulai dari pembukaan 3-10, yang berlangsung sekitar 7 jam pada persalinan anak pertama, 3 1/2 jam pada persalinan bukan pertama.

* Kala II: disebut fase mengejan, pada pembukaan 10/lengkap yang bisa berlangsung maksimal 1 jam.

* Kala III: adalah fase melahirkan plasenta, hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Penting diingat, menjelang akhir kala I, meski Anda merasakan mulas yang luar biasa, Anda masih belum boleh mengejan. Sebab, saat ini mulut rahim belum membuka sempurna. Bila Anda mengejan saat ini, bisa mengakibatkan jalan lahir membengkak dan terjadi perobekan.

Jadi, harus bagaimana? Bernapaslah dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini berulang-ulang setiap kali rasa nyeri yang luar biasa itu datang.

Bila mulut rahim sudah membuka sempurna, artinya Anda sudah melewati tahap pertama dari proses persalinan, dan siap menuju tahap kedua, yaitu kelahiran bayi.

Siap lahir

Bila tidak ada hambatan, misalnya tali pusar yang melilit anggota tubuh janin, maka tahap yang dikenal dengan kala II ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahap sebelumnya. Ada yang melewatinya tidak lebih dari 30 menit, meski ada juga yang lebih.

Pada tahap ini, kepala janin yang memang sudah tepat berada di mulut rahim akan terus mendesak. Bersamaan dengan itu, secara alamiah, rahim dan vagina akan membentuk semacam cekungan yang menjadi jalur untuk dilewati bayi. Saat ini, Anda akan merasakan tekanan yang sangat kuat di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus).

Saat kepala janin sudah di ambang pintu dan siap keluar, lendir dan darah yang keluar dari vagina semakin bertambah. Selain itu, desakan kuat kepala janin akan menyebabkan kantung ketuban pembungkus janin pecah lebih awal atau saat pembukaan lengkap, sehingga cairan ketuban keluar membasahi daerah vagina. Cairan ini sekaligus membuat jalan lahir semakin licin yang justru memudahkan bayi meluncur keluar dengan mulus. Setelah pembukaan benar-benar lengkap dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, saat inilah Anda diijinkan mengejan.

Apa yang harus dilakukan? Ikuti saja baik-baik panduan penolong persalinan Anda. Ikuti aba-abanya, kapan Anda menarik napas dan kapan waktunya mengeluarkan napas sambil mengejan, Mengapa harus demikian? Sebab, saat mengejan harus dilakukan berbarengan dengan saat kontraksi datang, sehingga bayi akan lebih mudah meluncur di jalan lahirnya.

Saat kepala bayi berhasil keluar dari mulut vagina, bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Kondisi ini memungkinkan bagian bahu dan seluruh tubuh bayi keluar.

Nah, kini sambutlah kehadiran buah hati Anda di dunia dengan penuh cinta dan syukur. Anda bisa meminta penolong persalinan untuk membawakan bayi Anda sesaat dalam dekapan Anda.

Plasenta selesai bertugas

Dengan lahirnya sang buah hati, selesai pula tugas plasenta atau ari-ari yang selama ini menemaninya di dalam rahim. Plasenta yang selama 9 bulan lebih bertugas mensuplai nutrisi dan oksigen, mengeluarkan sisa metabolisme serta sebagai organ yang menyalurkan antibodi ke tubuh janin, juga harus dilahirkan. Proses yang terjadi dalam tahap ketiga ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.

Alam sudah mengatur, setelah bayi keluar, kontraksi masih terus berlangsung, meski tidak sehebat sebelumnya. Tujuannya untuk membantu melepaskan plasenta dari tempat menempelnya di dinding rahim. Hampir sama seperti proses kelahiran bayi, Anda akan diminta mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi.

Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim atau belum, penolong persalinan akan menekan perut Anda. Setelah itu, ia akan menarik perlahan-lahan tali pusar agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusar keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.

Nah, kini selesailah sudah seluruh tahap proses persalinan. Anda pun memasuki babak baru dalam hidup Anda, yakni jadi seorang ibu. Sebuah peran yang luar biasa indahnya!

Nia L. Tobing (taken from Ayahbunda-online.com)

Konsultasi ilmiah: dr.Yusfa Rasyid, SpOG, POGI Jaya, RSB YPK Menteng, Jakarta.

Comments (2) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.