Archive for October, 2008

Manfaat dan Bahaya Bedong Pada Bayi

Bedong bayi merupakan hal yang tak asing lagi bagi kita, meskipun pada kenyataannya kita tak tahu apa kegunaan dari membedong bayi dan apa bahayanya jika tidak dipakaikan dengan hati-hati. 

Manfaat Bedong Bayi
Membedong bayi bukan hanya bermanfaat untuk menghangatkan bayi namun juga mengurangi resiko terjadinya SIDS atau kematian mendadak pada bayi saat tidur. Dengan membedongnya, bayi akan berada pada posisi terlentang saat tidur. Bedong bayi dapat dilakukan dari semenjak anak lahir hingga mereka bisa menggulingkan badannya.

Yang harus anda perhatikan tidak semua bayi merasa nyaman dibedong. Jika bayi anda terus berontak saat dibedong, pilihlah alternatif lain dengan memakaikan sleeping bag bayi, yang mempunyai fungsi yang sama dengan bedong.

Sebaiknya anda tidak membedong bayi anda jika anda dan bayi masih sharing tempat tidur. Membedongnya justru akan membuatnya merasa kepanasan (yang diketahui bisa menyebabkan SIDS).

Bagaimana Cara Membedong bayi
Ada banyak cara untuk membedong bayi, namun 6 langkah dibawah ini adalah yang paling populer (lihat gambar):

 

Pakaian yang harus dipakai saat bayi dibedong
Pakaikan bayi anda busana sesuai dengan musim dan iklim disekitarnya, dan jangan biarkan kain bedong menutupi mulut atau kepalanya.

Saat cuaca sedang panas, pakaikan bayi anda hanya selimut dan popok agar mereka tidak merasa kepanasan, sebaliknya jika cuaca dingin, pakaikan mereka jumpsuit ringan. Hindari memakaikan baju yang berbahan tebal atau selimut. Pastikan bedongan anda tidak menutupi kepala, telinga, dan dagu, karena akan menghalangi pernapasan mereka dan meyebabkan kepanasan.

(Source:http://raisingchildren.net.au)

Quoted  from www.kafebalita.com

Leave a comment »

Waspadai Benjolan Di Lipat Paha dan Pusar

Munculnya benjolan tersebut bisa saja menjadi tanda bahwa bayi menderita hernia.

Banyak masyarakat yang masih menyangka kalau hernia hanya menyerang orang dewasa terutama manula. Padahal si kecil yang masih bayi bisa juga mengalaminya. Kasus bayi hernia bahkan tercatat cukup banyak. Dikatakan pula oleh dr. Cosmas Gora Triaswhoro, Sp.B., meski namanya terkesan cukup indah, hernia ternyata dapat menimbulkan bahaya. Bila terus didiamkan tanpa penanganan tepat, bahkan dapat menimbulkan komplikasi yang berat sampai kematian.

Selanjutnya, spesialis bedah dari RS Mitra International Jakarta ini menambahkan, hernia merupakan bentuk penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau suatu bagian yang lemah dari dinding rongga yang bersangkutan. Bila terjadi di perut, isi perut dapat menonjol melalui bagian yang lemah. Kebanyakan organ yang menonjol adalah usus.

Hernia bukanlah penyakit turunan. Proses terjadinya hernia pada bayi berbeda dengan hernia pada orang dewasa yang biasanya terjadi karena kelemahan otot dinding perut. Sedangkan pada bayi, hernia yang terjadi di daerah perut akibat penyakit bawaan atau kongenital.

Secara umum ada dua jenis hernia, yaitu internal dan eksternal.

Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasat mata. Contohnya hernia diafragmatika dimana hernia terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dengan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna. Contoh lainnya adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada, serta banyak lagi jenis lainnya.

Hernia eksternal. Dari jenis hernia ini yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis yang muncul di lipat paha dan hernia umbilikalis yang muncul di daerah pusar. Bayi umumnya mengalami hernia eksternal yang bisa dideteksi secara kasat mata karena terlihat secara langsung.

Proses terjadinya hernia eksternal pada bayi umumnya disebabkan penyakit kongenital, yakni penyakit yang muncul ketika bayi dalam kandungan dan umumnya tidak diketahui penyebabnya. Secara umum bayi laki-laki lebih sering mengalami hernia dibandingkan perempuan karena proses penurunan testis/buah pelir yang merupakan organ reproduksinya berlangsung lebih kompleks.

Hernia pun lebih sering terjadi pada bayi prematur, sebab pada saat kelahirannya proses penurunan testis dan pembentukan ligamen belum sempurna.

Hernia inguinalis

Pada bayi laki-laki terjadi karena kegagalan proses penutupan kantung yang menutupi testis. Ketika di dalam kandungan, testis turun dari bagian perut ke bawah dan berhenti sesampainya di skrotum (kantung pelir). Proses penurunan ini dimulai waktu bayi masih berada dalam kandungan. Ketika turun, testis akan membawa selaput dari perut ke bawah sehingga membentuk kantung. Ketika lahir cukup bulan, umumnya proses perpindahan testis ini sudah selesai. Namun pada beberapa bayi, proses penutupan hingga menjadi ligamentum (jaringan ikat) tidak berjalan sempurna yang akhirnya menyisakan lubang. Nah, lubang inilah yang nantinya bisa menimbulkan herniasi. Bila hanya berisi cairan saja disebut hidrocele. “Pada hernia inguinalis, paling sering ditemukan di sebelah kanan, sekitar 67 persen, sisanya sebelah kiri,” jelas Cosmas.

Pada bayi perempuan hernia terjadi melalui proses seperti ini: seperti halnya bayi laki-laki, bayi perempuan pun mengalami proses pembentukan organ tubuh bagian bawah yang hampir sama. Namun, bila laki-laki mengalami proses penurunan testis, maka perempuan tidak.

Hernia umbilikus

Pada bayi laki-laki dan perempuan hernia umbilikus terjadi bila penutupan umbilikus (bekas tali pusar) tidak sempurna. Seharusnya, bila penutupan membuat umbilikalis tetap terbuka. Bila hal ini terjadi, tentu akan menyisakan lubang sehingga usus bisa keluar masuk ke daerah tersebut.

CARA MENDETEKSI

Merasakan tonjolan

Yang perlu diketahui, awam hanya dapat mendeteksi hernia eksternal, karena hernia internal terjadi dalam tubuh dan sulit dideteksi. Mendeteksi keberadaan hernia pada orang dewasa juga jelas lebih mudah ketimbang pada bayi. Ketika buang air misalnya, orang dewasa bisa merasakan adanya tonjolan di bagian perut yang umumnya lebih terasa. Namun pada bayi, meskipun terasa ada yang tidak nyaman pada tubuhnya, ia tidak bisa mengungkapkannya dengan jelas.

Itulah mengapa hernia pada bayi lebih sulit dideteksi sehingga memerlukan ketelitian orang tua. Walaupun sulit, lihat dan rabalah bagian lipat paha atau pusar si bayi. Hernia eksternal umumnya akan diketahui dari munculnya benjolan di bagian tersebut.

Mengamati gejala

Gejala klinis yang biasa muncul tak berbeda jauh dari penyakit-penyakit pada umumnya, seperti mual muntah, susah makan, dan tubuh demam. Lantaran itulah, Cosmas mengimbau orang tua agar segera membawa bayinya ke dokter saat melihat gejala-gejala tadi, agar diagnosa penyakit si kecil dapat segera ditegakkan.
Gejala khususnya muncul berdasarkan berat-ringan hernia:

1. Reponible: Benjolan di daerah lipat paha atau umbilikus tampak keluar masuk (kadang-kadang terlihat menonjol, kadang-kadang tidak). Benjolan ini membedakan hernia dari tumor yang umumnya menetap. Ini adalah tanda yang paling sederhana dan ringan yang bisa dilihat dari hernia eksternal. Bisa dilihat secara kasat mata dan diraba, bagian lipat paha dan umbilikus akan terasa besar sebelah. Sedangkan pada bayi wanita, seringkali ditemukan bahwa labianya besar sebelah. Labia adalah bagian terluar dari alat kelamin perempuan.

2. Irreponible: benjolan yang ada sudah menetap, baik di lipat paha maupun di daerah pusat. Pada hernia inguinalis misalnya, air atau usus atau omentum (penggantungan usus) masuk ke dalam rongga yang terbuka kemudian terjepit dan tidak bisa keluar lagi. Di fase ini, meskipun benjolan sudah lebih menetap tapi belum ada tanda-tanda perubahan klinis pada anak.

3. Incarcerata, benjolan sudah semakin menetap karena sudah terjadi sumbatan pada saluran makanan sudah terjadi di bagian tersebut. Tak hanya benjolan, keadaan klinis bayi pun mulai berubah dengan munculnya mual, muntah, perut kembung, tidak bisa buang air besar, dan tidak mau makan.

4. Strangulata, ini adalah tingkatan hernia yang paling parah karena pembuluh darah sudah terjepit. Selain benjolan dan gejala klinis pada tingkatan incarcerata, gejala lain juga muncul, seperti demam dan dehidrasi. Bila terus didiamkan lama-lama pembuluh darah di daerah tersebut akan mati dan akan terjadi penimbunan racun yang kemudian akan menyebar ke pembuluh darah. Sebagai akibatnya, akan terjadi sepsis yaitu beredarnya kuman dan toxin di dalam darah yang dapat mengancam nyawa si bayi. Sangat mungkin bayi tidak akan bisa tenang karena merasakan nyeri yang luar biasa.

MENANGANI HERNIA

Berhubung proses peningkatan dari satu fase ke fase berikutnya terjadi cukup cepat, Cosmas menyarankan, bawalah segera bayi Anda ke dokter begitu terlihat gejala awal hernia. Bila memang positif, meskipun masih sangat ringan, bayi harus segera dioperasi untuk mencegah tahap gangguan yang lebih berat. “Operasi yang biasa dilakukan adalah herniotomi untuk memotong kantung hernia kemudian diikat,” kata Cosmas.

Namun sebelumnya, saat pemeriksaan, dokter akan melakukan palpasi atau meraba isi hernia dengan ujung jarinya, apakah masih dapat dimasukkan kembali ke dalam perut atau tidak.

Meskipun kejadiannya jarang, setelah operasi sebaiknya waspadai kemungkinan kambuhnya hernia. Bila kekambuhan terjadi dalam beberapa bulan atau setahun, hal ini mungkin merupakan akibat dari pembedahan yang dilakukan. Namun kemungkinan kambuhan akibat kesalahan teknis sangat kecil.

Leave a comment »

Hernia Pada Bayi

HERNIA pada bayi dan anak dapat terjadi pada beberapa bagian tubuhnya, antara lain di pelipatan paha, umbilikus atau pusar, sekat rongga dada, dan perut (disebut diafragma) serta bagian-bagian lainnya. Yang umum terlihat langsung adalah hernia pada umbilikus atau pusar, serta pada pelipatan paha karena dapat langsung ke kantung buah pelir.

Pada dasarnya, hernia pada bayi dan anak-anak terdapat perbedaan cara terjadinya dengan hernia orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi dalam kandungan. Sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia hal ini tidak terjadi.

Hernia pada bayi dan anak seringkali tidak memberikan keluhan sebelum terjadi komplikasi. Umumnya, adanya benjolan di tempat-tempat tersebut seringkali tidak mendapatkan perhatian dari orang tua bayi dan anak karena tidak menimbulkan keluhan dan masalah untuk bayi dan anak tersebut, kecuali orang tua yang sangat sensitif dan sangat perhatian pada bayi dan anaknya.

Keluhan yang paling sering, para orang tua pasien melihat dan meraba adanya benjolan pada umbilikus (pusar) atau pelipatan paha maupun kantong buah pelir pada anak laki-laki. Hernia pada pelipatan paha umumnya diketahui orang tua pasien setelah benjolannya besar dan memberikan rasa sakit pada bayi dan anak tersebut. Gejala lainnya timbul berupa sakit atau nyeri pada daerah terjadinya hernia akibat terjepitnya isi kantong hernia tersebut. Jika yang terjepit usus, maka gejala yang terlihat lebih hebat berupa muntah, perut kembung, gangguan berak dan lain-lainnya. Pada bayi dan anak wanita, seringkali yang terjepit di dalam kantung hernia adalah indung telur sehingga bayi dan atau anak tampak kesakitan bahkan dapat mengalami syok karena rasa sakit.

Hernia umbilikus yang tanpa komplikasi umumnya dapat tertutup sendiri pada usia anak lebih besar, sekitar usia 2-5 tahun, namun selama itu pusar atau umbilikus akan kelihatan menonjol besar sehingga secara kosmetis orang tua pasien menganggap itu suatu masalah. Pengobatan pada hernia umbilikalis dengan pembedahan diperlukan jika lubang yang terjadi ukurannya 2 cm atau lebih, karena tidak mungkin akan menutup sendiri. Atau, jika hernia sampai anak usia sekolah, maka dapat dilakukan pembedahan berencana.

Pembedahan
Pada hernia pelipatan paha, pembedahan merupakan terapi yang terbaik, begitu hernia ini telah ditegakkan diagnosisnya. Kalau hernia ini mengalami komplikasi, terjadi tanda-tanda terjepitnya isi kantong hernia, maka pembedahan harus dilakukan segera dengan persiapan minimal untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantong hernia.

Risiko pembedahan segera ini cukup tinggi, baik risiko dari segi pembedahan maupun pembiusan. Dengan demikian, jika terdapat hernia pada pelipatan paha bayi dan anak-anak, pembedahan berencana sudah harus dipersiapkan tanpa memperhatikan usia dan berat badan bayi dan atau anak. Karena, pembedahannya sendiri merupakan tindakan untuk memutus hubungan rongga perut dengan kantong hernia.

Yang menjadi pertimbangan, apakah pembiusan umum dapat dilakukan terhadap bayi dan anak tersebut. Pada hernia pelipatan paha anak dengan usia lebih dari satu tahun — jika kondisi pasien dan fasilitas rumah sakit memungkinkan — dapat dilakukan pembedahan tanpa rawat inap.

Pembedahan hernia pada bayi dan anak-anak sekarang ini telah dapat dilakukan karena fasilitas dan tenaga untuk pembedahan dan pembiusan umum telah tersedia. Pembedahan pun dapat dilakukan pada usia yang lebih dini dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan syarat-syarat pembedahan dengan pembiusan umum. Keterlambatan atau penundaan pembedahan akan memberikan risiko teknis pembedahan menjadi lebih sulit dan kemungkinan terjadi komplikasi. Komplikasi ini terutama pada hernia pelipatan paha dan hernia kantung buah pelir pada bayi dan anak laki-laki, berupa terjepitnya isi kantong hernia dengan segala konsekwensinya.

Beberapa kasus hernia pelipatan paha sering dikelirukan dengan hidrokel suatu benjolan di daerah pelipatan paha atau kantong buah pelir akibat penumpukan cairan yang dapat berasal dari rongga perut. Hidrokel ini, karena isinya cairan, umumnya akan diserap secara perlahan sehingga benjolan di daerah itu menghilang pada usia tertentu. Jika hidrokel ini menetap atau membesar dengan cepat, maka tindakan pembedahan untuk memutus hubungan antara rongga perut dengan kantong hidrokel harus dilakukan agar tidak terjadi pengaruh lain terhadap perkembangan buah pelir bayi dan anak.

Dengan demikian, jika bayi dan anak Anda terlihat atau teraba ada benjolan di daerah pusar dan dilipatan pahanya, sebaiknya dikonsultasikan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penilaian dan penjelasan lebih lanjut. Hal ini bisa mencegah keterlambatan dalam penanganan dan terjadinya komplikasi.

dr. I Nyoman Sukerena,
Spesialis Bedah Anak

Comments (2) »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.