Hernia Pada Bayi

HERNIA pada bayi dan anak dapat terjadi pada beberapa bagian tubuhnya, antara lain di pelipatan paha, umbilikus atau pusar, sekat rongga dada, dan perut (disebut diafragma) serta bagian-bagian lainnya. Yang umum terlihat langsung adalah hernia pada umbilikus atau pusar, serta pada pelipatan paha karena dapat langsung ke kantung buah pelir.

Pada dasarnya, hernia pada bayi dan anak-anak terdapat perbedaan cara terjadinya dengan hernia orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada semasa bayi dalam kandungan. Sebelum atau sesudah bayi lahir seharusnya lubang-lubang tersebut menutup, namun pada bayi dan anak yang mengalami hernia hal ini tidak terjadi.

Hernia pada bayi dan anak seringkali tidak memberikan keluhan sebelum terjadi komplikasi. Umumnya, adanya benjolan di tempat-tempat tersebut seringkali tidak mendapatkan perhatian dari orang tua bayi dan anak karena tidak menimbulkan keluhan dan masalah untuk bayi dan anak tersebut, kecuali orang tua yang sangat sensitif dan sangat perhatian pada bayi dan anaknya.

Keluhan yang paling sering, para orang tua pasien melihat dan meraba adanya benjolan pada umbilikus (pusar) atau pelipatan paha maupun kantong buah pelir pada anak laki-laki. Hernia pada pelipatan paha umumnya diketahui orang tua pasien setelah benjolannya besar dan memberikan rasa sakit pada bayi dan anak tersebut. Gejala lainnya timbul berupa sakit atau nyeri pada daerah terjadinya hernia akibat terjepitnya isi kantong hernia tersebut. Jika yang terjepit usus, maka gejala yang terlihat lebih hebat berupa muntah, perut kembung, gangguan berak dan lain-lainnya. Pada bayi dan anak wanita, seringkali yang terjepit di dalam kantung hernia adalah indung telur sehingga bayi dan atau anak tampak kesakitan bahkan dapat mengalami syok karena rasa sakit.

Hernia umbilikus yang tanpa komplikasi umumnya dapat tertutup sendiri pada usia anak lebih besar, sekitar usia 2-5 tahun, namun selama itu pusar atau umbilikus akan kelihatan menonjol besar sehingga secara kosmetis orang tua pasien menganggap itu suatu masalah. Pengobatan pada hernia umbilikalis dengan pembedahan diperlukan jika lubang yang terjadi ukurannya 2 cm atau lebih, karena tidak mungkin akan menutup sendiri. Atau, jika hernia sampai anak usia sekolah, maka dapat dilakukan pembedahan berencana.

Pembedahan
Pada hernia pelipatan paha, pembedahan merupakan terapi yang terbaik, begitu hernia ini telah ditegakkan diagnosisnya. Kalau hernia ini mengalami komplikasi, terjadi tanda-tanda terjepitnya isi kantong hernia, maka pembedahan harus dilakukan segera dengan persiapan minimal untuk menyelamatkan organ yang terjepit dalam kantong hernia.

Risiko pembedahan segera ini cukup tinggi, baik risiko dari segi pembedahan maupun pembiusan. Dengan demikian, jika terdapat hernia pada pelipatan paha bayi dan anak-anak, pembedahan berencana sudah harus dipersiapkan tanpa memperhatikan usia dan berat badan bayi dan atau anak. Karena, pembedahannya sendiri merupakan tindakan untuk memutus hubungan rongga perut dengan kantong hernia.

Yang menjadi pertimbangan, apakah pembiusan umum dapat dilakukan terhadap bayi dan anak tersebut. Pada hernia pelipatan paha anak dengan usia lebih dari satu tahun — jika kondisi pasien dan fasilitas rumah sakit memungkinkan — dapat dilakukan pembedahan tanpa rawat inap.

Pembedahan hernia pada bayi dan anak-anak sekarang ini telah dapat dilakukan karena fasilitas dan tenaga untuk pembedahan dan pembiusan umum telah tersedia. Pembedahan pun dapat dilakukan pada usia yang lebih dini dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan syarat-syarat pembedahan dengan pembiusan umum. Keterlambatan atau penundaan pembedahan akan memberikan risiko teknis pembedahan menjadi lebih sulit dan kemungkinan terjadi komplikasi. Komplikasi ini terutama pada hernia pelipatan paha dan hernia kantung buah pelir pada bayi dan anak laki-laki, berupa terjepitnya isi kantong hernia dengan segala konsekwensinya.

Beberapa kasus hernia pelipatan paha sering dikelirukan dengan hidrokel suatu benjolan di daerah pelipatan paha atau kantong buah pelir akibat penumpukan cairan yang dapat berasal dari rongga perut. Hidrokel ini, karena isinya cairan, umumnya akan diserap secara perlahan sehingga benjolan di daerah itu menghilang pada usia tertentu. Jika hidrokel ini menetap atau membesar dengan cepat, maka tindakan pembedahan untuk memutus hubungan antara rongga perut dengan kantong hidrokel harus dilakukan agar tidak terjadi pengaruh lain terhadap perkembangan buah pelir bayi dan anak.

Dengan demikian, jika bayi dan anak Anda terlihat atau teraba ada benjolan di daerah pusar dan dilipatan pahanya, sebaiknya dikonsultasikan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penilaian dan penjelasan lebih lanjut. Hal ini bisa mencegah keterlambatan dalam penanganan dan terjadinya komplikasi.

dr. I Nyoman Sukerena,
Spesialis Bedah Anak

About these ads

2 Responses so far »

  1. 2

    Zairyō no tame ni arigatō


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: