Kehamilan Kedua… Sekarangkah Saatnya??

Kehamilan kedua bagi seorang ibu perlu persiapan matang. Juga jarak antara kehamilan pertama dan kedua, perlu butuh perencanaan. Memang tidak perlu persiapan yang sifatnya khusus, tapi tetap ada hal yang harus dipertimbangkan. Sebaiknya kehamilan kedua direncanakan. Kesiapan ibu dinilainya sebagai satu hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Bagaimana menyiapkan kehamilan kedua? Apa sajakah hal-hal yang perlu dipertimbangkan?

Mengatur jarak kelahiran

Secara medis, rahim sebenarnya sudah siap untuk hamil lagi tiga bulan setelah ibu melahirkan. Namun berdasarkan catatan statistik penelitian Conde Agudelo, bahwa jarak kelahiran yang aman antara anak satu dengan yang lainnya adalah 27 sampai dengan 32 bulan. Pada jarak ini si ibu akan memiliki kemungkinan yang besar untuk memiliki bayi yang sehat serta selamat saat melewati proses kehamilan.

Melepas alat kontrasepsi

Idealnya, hentikan pemakaian alat kontrasepsi beberapa bulan sebelum memutuskan untuk hamil kembali, terutama untuk pemakaian pil kontrasespsi. Hal ini agar siklus menstruasi Anda normal kembali. Kecuali untuk pemakaian spiral, Anda bisa langsung hamil begitu alat kontrasepsi dilepas. Sedangkan untuk metode kontrasepsi suntik, tunggulah tiga bulan sebelum Anda memutuskan untuk hamil.

Pemeriksaan pra kehamilan

Apabila si ibu sudah siap untuk hamil kembali, maka yang harus dilakukan oleh ibu adalah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya hal-hal yang bisa menyebabkan gangguan kehamilan. Baik gangguan pada ibu maupun pada bayinya nanti. Adapun jenis tes yang disarankan adalah tes ginekolog secara lengkap, termasuk tes laboratorium. Jika diketahui si ibu menderita sakit keras maka dokter akan menyarankan penundaan kehamilan.

Mempersiapkan anak

Persiapan secara mental untuk si kakak sangat penting dilakukan oleh orangtua terutama si ibu agar si kakak nantinya tidak akan merasa tersisih. Caranya;

  1. Jelaskan padanya secara natural bahwa kehadiran adiknya nanti tidak akan membuat perhatian Anda padanya berkurang bahkan mungkin akan semakin sayang.
  2. Semakin besar usia anak maka akan semakin mudah bagi Anda untuk menjelaskannya. Ia mungkin akan tertarik dengan penjelasan Anda mengenai apa yang akan terjadi dengan tubuh Anda dan apa yang ada di dalam perut Anda nantinya.
  3. Berjanjilah pada si kakak bahwa kelak ia akan Anda libatkan saat Anda dan ayahnya akan memilihkan nama untuk si adik juga saat Anda akan membelikan perlengkapan untuk si adik. Misalnya; “Nanti kakak boleh memilihkan baju-baju yang lucu buat adik. Kita akan belanja bersama…”

Libatkan anggota keluarga lain

Diskusikan segala kekhawatiran anak pada anggota keluarga lainnya agar kelak Anda bisa hamil dan melahirkan dengan tenang. Misalnya, siapa yang akan membantu mengasuh si kakak nantinya saat Anda hamil dan akan berada di rumah sakit untuk melahirkan. Lalu siapa yang akan menjaga si kakak saat Anda kerepotan dengan si adik.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: